Melihat Isi Studio Animasi SMK RUS sekelas Walt Disney

investigasi.co.id – Bangunan dua lantai berwarna dominan merah berdiri megah di lingkungan SMK Raden Umar Said, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus. Tertulis besar di sisi atas RUS Animation Studio Bakti Pendidikan Djarum Fundation. Gedung tersebut yakni studio animasi milik SMK Raden Umar Said yang digunakan untuk produksi film animasi Pasoa dan Sang Pemberani dan Unyil.

Saat masuk ke dalam gedung, puluhan monitor terlihat berjajar rapi di ruangan tengah. Sementara cayaha lampu dari langit-langit nampak redup. Beberapa monitor komputer terlihat dipergunakan untuk mengedit animasi. Sesekali ada guru berkaus oranye mengarahkan siswa yang sedang serius di depan monitor. Menurut guru bernama Mukhamad Rif’an (49), siswanya sedang membuat animasi Unyil.

Menurutnya, Unyil yang biasa dikenal orang dengan bentuk boneka akan dibuatnya menjadi animasi film tiga dimensi. “Film tersebut langsung dari Produksi Film Negara (PFN), namun melalui BIZ Studio,” ungkapnya sambil melihat hasil karya siswa belum lama ini.

Rif’an, merupakan Ketua Jurusan Design Komunikasi dan Visual SMK Raden Umar Said. Dia menjelaskan, ruangan yang digunakan muridnya mengedit animasi yakni ruang utama produksi. Menurutnya ada 28 komputer grafis tiga dimensi yang setiap komputernya terdapat dua monitor.

Iklan

Menurutnya, random access memory (RAM) di setiap komputernya yakni 16 gigabyte (GB). Dijelaskan, fungsi dari ruang utama produksi yakni untuk 3D modeling, shading, texturing, rigging, compositing, rendering, visual effect and lighting. “Satu di antara software yang digunakan yakni Autodesk Maya. Sama seperti yang digunakan Walt Disney dan Pixar,” terangnya.

Sambil berjalan ke arah depan, kepada investigasi.co.id dia memberitahukan, ruangan dengan tempat duduk bertingkat mirip tribun yakni drawing studio. Menurutnya, ruangan yang setiap kursinya terdapat monitor sentuh juga digunakan untuk pre-production. Prosesn tersebut untuk pengerjaan story writing, production design, story boarding and animatic.

Rif’an kemudian berjalan keselatan beberapa langkah, terdapat ruangan berkaca dengan empat komputer dan delapan monitor. Menurut Rif’an, seluruh komputer sudah berprosesor Xeon dengan RAM 32 GB. Dan juga ada ruangan khusus dengan dua monitor ukuran 21 inch dan satu berukuran 32 inch. “Ruangan ini untuk color grading untuk penilaian warna. Warna-warna yang dianggap kurang bagus nanti akan dibenahi di sini,” tambahnya.

Dia menjelaskan, untuk proses produksi film animasi diperlukan beberapa tahap, proseslayouting, animating, color grading, sound designing and film scoring, foley and dubbing/voice over, audio mixing and audio laydown. Untuk proses akhir, di Jurusan Animasi SMK RUS ada ruangan kecil untuk proses render. Di sana terdapat sejumlah 40 render farm dan dua unit server.

Di ruang animasi, terdapat sejumlah karakter animasi yang cukup populer di pajang di dalam rak, di antaranya Dragon Ball, Hulk, Avengers, Minions. Di lantai dua ruangan tersebut, terdapat ruangan untuk pengisi suara, sound studio, motion capture dan mini theater.

Pada lantai atas, beberapa buku tertata rapi di rak ruang perpustakaan. Dalam ruang terbuka tersebut terdapat ruang meeting dan ruang santai, yang menurut Rif’an sering dimanfaatkan muridnya. Jika harus turun cepat, dirinya menunjukkan prosotan berwarna biru yang terhubung langsung dengan ruang utama produksi.

“Kalau ada deadline dan harus cepat, anak-anak tinggal meluncur dan langsung sampai di ruang produksi utama. Biasanya dikasih minyak dulu supaya licin,” terangnya.

Dijelaskan, siswa Jurusan Animasi baru ada dua angkatan. Angkatan pertama yang kini kelas XI berjumlah 26 orang. Menurutnya, tahun pertama pembukaan Jurusan Animasi jarang sekali yang mendaftar. Namun setelah memiliki fasilitas berstandar international, angkatan kedua banyak yang daftar. Terdata ada 72 siswa yang diterima. “Semoga dengan adanya Jurusan Animasi di SMK RUS, lebih banyak dikenal orang,” tambahnya. (ed)

PIN-RI

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *