LAM Batam Buka Puasa Bersama, Nyat: Perkuat Persatuan

investigasi.co.id – Memanfaatkan berbagai momen dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa perlu terus dilakukan. Apalagi saat ini bahaya disintegrasi sedang mengintai bangsa ini dan semua pihak diharapkan untuk tidak lengah dalam menyikapi ancaman tersebut.

Ketua LAM Kota Batam, Datuk Drs H Nyat Kadir, yang juga anggota DPR RI dari Dapil Kepri, mengatakan hal itu dalam sambutannya menjelang buka puasa bersama di Gedung LAM Nong Isa Batam Center, Sabtu (17/06/2017). Acara buka puasa LAM Kota Batam ini juga ditandai dengan pembagian santunan kepada 100 anak yatim.

Hadir dalam kesempatan itu sekitar 350 orang, di antaranya anggota DPD RI H Hardi S Hood, Wali Kota Batam H Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, unsur FKPD, dan sejumlah tokoh. Tampil sebagai penceramah Ustazd Lukman, yang antara lain menguraikan petuah agama dalam Gurindam 12 karya Raja Ali Haji.

“Acara buka puasa ini merupakan salah satu momen penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, apalagi saat ini kita dihadapi bahaya disintegrasi. Juga bahaya teroris. Besok (Minggu, 18/06/2017) buka puasa di kedimanan Pak Rudi, Wali Kota kita, kemudian berikutnya di kediaman Pak Amsakar, Wakil Wali Kota Batam (21/06/2017). Semakin banyak semakin bagus, dan mudah-mudahan kita semua bisa menghadirinya,” ujar Nyat Kadir.

Sesungguhnya, tambah Nyat Kadir, bahaya disintegrasi di Batam dan Kepri pada umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Sebab, jauh sebelumnya, orang Melayu sebagai penduduk asli adalah penganut Islam moderat, ditandai dengan sikap teloransi yang tinggi dalam keterbukaan dan dapat menerima perbedaan-perbedaan secara wajar. Namun demikian, semua pihak diharapkan tidak lengah.

Sementara Wali Kota Batam H Muhammad Rudi dalam kesempatan itu menyampaikan harapannya agar masyarakat mendukung kebijakannya saat ini pada pembangunan infrastruktur.  Ini bukan berarti pembangunan bidang lainnya diabaikan, tetapi semuanya tak bisa dilakukan sekaligus lantaran terbatasnya keuangan daerah.

“Kami fokus pada infrastruktur tersebut agar nanti bisa menarik minat orang laur, baik Batam sebagai daerah tujuan wisata maupun sebagai daerah industri. Kita berharap ke depan, tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Batam yang saat ini cuma 2 persen, bisa naik atau pulih kembali ke 7 persen, bahkan lebih,” ujar Rudi. (NAID)

Sumber : riaukepri.com

Iklan

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *