Ini Alasan Kanwil Kemenkumham Riau Pindahkan Napi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru Saat Malam Hari

investigasi.co.id – Kondisi mental para napi yang menurun di malam hari, membuat pihak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau melakukan pemindahan napi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru ke sejumlah lapas di Riau pada Sabtu (15/7/2017) malam.Namun, ternyata hal yang biasa dilakukan disejumlah rutan di Indonesia ini tidak bisa dilakukan dengan mudah di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru. Buktinya, kericuhan pun pecah ketika sejumlah personel TNI dan Polisi masuk ke area rutan.”Secara umum, memang biasa kita lakukan di malam hari. Karena saat malam, mental para napi menurun,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Dewa Putut Gede kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Minggu (16/7/2017).”Tapi, ternyata di sini berbeda, para napi justru memberikan perlawanan terhadap petugas, karena merasa terusik dan menyangka akan dilakukan razia besar-besaran,” terangnya.

Ia mengungkapkan, kegiatan pemindahan napi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru ke sejumlah lapas di Riau ini akan terus dilakukan secara bertahap untuk mengurai kepadatan jumlah napi yang menggangu kemananan rutan.”Beberapa napi yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan di dalam rutan, kita utamakan untuk dipindahkan. Khususnya napi kasus narkoba yang biasa menjadi provokator,” jelasnya.Sebelumnya, Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru kembali ricuh, Sabtu (15/7/2017) tadi malam, sekitar pukul 22.00 WIB, saat dilakukan pemindahan terhadap belasan napi ke Lapas Bangkinang dan Lapas Tembilahan.Para napi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru ini membuat kericuhan hingga melempari petugas dengan menggunakan batu karena menolak untuk dipindahkan ke Lapas Bangkinang dan Lapas Tembilahan.Namun akhirnya, setelah pihak kepolisian melepas tembakan gas air mata, kericuhan perlahan mulai terkendali dan 17 napi berhasil dipindahkan tadi malam. Pada Minggu siang proses pemindahan kembali dilanjutkan dengan total keseluruhan mencapai 58 napi.***

Sumber : goriau.com

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 20 kali.