Gempa 5,3 SR di Yogya, Warga Tenanglah, Jangan Tanggapi Isu

investigasi.co.id – Hari Kamis, 3 Agustus 2017 pukul 23.14.25 WIB, zona Selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik.

Hasil analisis update oleh BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan 5,3 SR dengan episenter terletak pada koordinat 8,36 LS 108,99 BT, atau tepatnya di laut pada jarak 73 kilometer barataya Cilacap pada kedalaman 62 kilometer.

Melalui pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG  Daryono menjelaskan dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan guncangan dirasakan di daerah Pacitan dalam skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI).

Sedangkan di Cilacap, Kulon Progo, Bantul, Yogyakarta, Kebumen, dan Pangandaran guncangan terjadi dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI).

Dilaporkan bahwa banyak warga yang belum tidur di wilayah tersebut  panik dan beberapa di antaranya sempat berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa.

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi berkedalaman menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng. Karena gempa ini memiliki kedalaman menengah,  maka spektrum guncangan terjadi pada wilayah yang luas mencakup daerah Pangandaran hingga Pacitan.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault). Patut disyukuri bahwa meskipun gempabumi ini terjadi di laut dengan mekanisme sumber sesar naik tetapi hasil pemodelan menunjukkan tidak berpotensi tsunami, kata Daryono.

Hingga Jumat, 4 Agustus 2017, dini hari pukul 00.10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat di wilayah selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sumber : suara.com

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 15 kali.