Kisah Mistis Di balik Film Horor “Hantu Sei Ladi”

investigasi.co.id – Nyawa seorang bocah melayang saat tabrakan maut terjadi. Keluarganya tidak terima, hingga arwahnya tidak tenang, bergentayangan. Peristiwa demi peristiwa tragis lainnya menyusul di tempat yang sama, di Jembatan Sei Ladi.

Cerita mistis mengenai Sei Ladi atau telaga berhantu di tengah Pulau Batam, Kepulauan Riau (Kepri) itu beredar dari mulut ke mulut warga sekitar. Kisah itu beredar semenjak adanya peristiwa tragis yang dialami seorang bocah, korban tabrakan maut di Jembatan Sei Ladi beberapa tahun silam.

Keluarga yang sengat menyayangi bocah malang itu dikisahkan belum ikhlas menerima kenyataan pahit itu. Nah, ketidakikhlasan inilah yang membuat arwah korban menjadi tak tenang. Arwahnya penasaran dan mengganggu pengguna Jembatan Sei Ladi. Semenjak itu banyak rentetan peristiwa aneh yang menyebabkan kecelakaan di kawasan jembatan yang setiap harinya dilalui sekitar 500 kendaraan itu.

Bukan hanya arwah penasaran sang bocah, banyak warga Batam menganggap Jembatan Sei Ladi menjadi persemayaman para hantu atau makhluk halus lainnya. Sementara menurutMetroBatam, selain karena sangat sepi karena memang tidak ada pemukiman di sekitarnya, jembatan ini jadi angker juga lantaran telah lama menjadi tempat orang-orang membuang bayi hasil aborsi, bunuh diri, pembuangan mayat korban pembunuhan, seperti kasus pembunuhan terhadap Try Chintya Prasety yang kartu pelajarnya ditemukan di bawah jembatan tersebut.

Nah, kisah mistis seputar jembatan yang merupakan jalur utama penghubung antara kawasan Sekupang dengan Batam Center itu ternyata menarik perhatian seorang sineas bernama Ibonk Hermansyah. Ia mengangkat cerita mistis mengenai arwah penasaran yang kerap membuat bergidik warga saat melintas di telaga yang dikelilingi kawasan hutan berbukit.

Sesuai dengan nama telaga tersebut, film horor ini pun bertajuk Hantu Sei Ladi.

“Banyak cerita tentang Sungai Ladi dari orangtua dulu. Saya akui dan merasa ada suasana yang berbeda, apalagi malam,” tutur Ibonk di production house atau rumah produksi Tiban Batam, Selasa, 7 Februari 2017.

Saat siang hari, Ibonk mengakui pemandangan memang indah di telaga berhantu tersebut. Pepohonan lebat dan jembatan menghiasi perbukitan sekeliling Sei Ladi. Dari situlah inspirasi Ibonk muncul untuk membuat film horor bernuansa lokal.

Ibonk sebagaimana dilansir JPNN mengatakan, pembuatan film Hantu Sei Ladi melibatkan pihak asing. Produksi film yang mengambil tema arwah penasaran di telaga berhantu tersebut bahkan mendapat sponsor dari Singapura dan Malaysia. Film ini akan diputar di 10 kota besar di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand, sekitar akhir Mei 2017.

Selain melibatkan artis Ibu Kota dan warga Batam, film seram ini akan menghadirkan aktor dan aktris dari negeri tetangga. “Kalau untuk aktor Ibu Kota rencananya El (anaknya Ahmad Dhani) atau Kiki, anaknya (Sule),” beber Ibonk.

Ada pula Rosalina Musa atau biasa disapa Kak Ros, artis Singapura yang juga komentatorDangdut Academy Indosiar. Tak hanya Rosalina, Roslan Syah artis asal Malaysia dan sejumlah warga Batam turut mengikuti casting film tersebut.

Rosalina tertarik terlibat dalam film horor ini karena mempunyai tantangan tersendiri. Sebab, selama ini, dia tidak pernah memainkan film yang berbau horor.

“Memang ini kali pertama saya ikut dalam pembuatan film horor. Saya juga sempat berpikir bagaimana kalau saya nanti kesurupan. Tapi taklah, saya suka bekerja sama dengan orang Indonesia,” kata dia.

Ini kesekian kalinya Rosalina terlibat dalam proyek di Indonesia. Menurut dia, banyak penggemar di Indonesia yang memberikan dukungan positif melalui jejaring sosialnya.

Adapun Ibonk mengakui proses penggarapan film Hantu Sei Ladi dimulai sejak tahun 2013 lalu. Ibonk sebelumnya membuat film di beberapa daerah, seperti Banten dan Batam. Film hasil garapannya berjudul Pengais Sampah, Tukang Parkir Perempuan, dan Waria di Jodoh.

Sumber : simomot.com

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 15 kali.