Guru Honorer K2 Batam Gelar Aksi Demo

Batam, investigasi.co.id – Puluhan guru honorer K2 di lingkungan Pemerintah Kota Batam melalukan aksi demo di Kantor Wali Kota Batam, Senin (18/2). Dalam kesempatan itu, mereka menyuarakan pemenuhan hak mereka sebagai CPNS.

Setelah melakukan gerakan di jalan mereka akhirnya diterima oleh Kepala Badan Kepagawaian dan Sumber Daya Manusia , M Sahir. Namun, permintaan mereka ternyata belum terpenuhi.

Belum ada penjelasan memuaskan dari pertemuan tersebut. Padahal, para guru yang menjadi perwakilan dalam pertemuan tersebut sudah menjelaskan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Termasuk indikasi adanya permainan yang merugikan ke-93 honorer K2 yang sudah dinyatakan lulus.

Salah seorang guru Dewa Rasta yang sudah 15 tahun menjadi guru honorer di sebuah SMA Negeri di Batam, mengungkapkan bahwa mereka yang jujur justru menjadi korban atas proses ketidak adilan yang terjadi.

 “Kami yang malahan jujur, kami yang hancur,” keluhanDewa pada pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Pemkot Batam, Senin (18/2).

Dewa mengatakan, pihaknya ingin Pemkot Batam tidak tinggal diam perihal adanya kemungkinan hal tidak prosedural yang mengakibatkan mereka menjadi korban. Dimana dalam proses pengangkatan 318 dari 484 honorer K2 yang lulus menjadi CPNS, ada kecenderungan praktek tidak sepatutnya dilakukan untuk kelancaran keluarnya NIP.

Dewa mengaku kaget, ia yang sudah mendapat informasi dari BKN dan dinyatakan lulus. Belakangan berubah masuk dalam kategori mereka yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Padahal, sejak status lulusnya keluar tidak ada arahan lanjutan dari Pemkot Batam selaku penyelenggara. Mereka hanya melakukan pemanggilan terhadap 318 peserta lulus dalam dua periode pemanggilan.

Dalam pemanggilan tersebut, diduga terjadi permainan. Dimana perbaikan yang dilakukan menggunakan berkas-berkas yang sejatinya milik ke-93 hoborer K2 yang tidak ikut dipanggil.

“Mereka yang dipanggil itu sudah dapat NIP, padahal kita yang lebih lama mengabdi,” kata Dewa lagi.

Sahir sendiri tidak menanggapi hal tersebut. Ia hanya menyarankan para honorer untuk mengambil langkah-langkah lain. Karena memang, persoalan tersebut telah selesai di Pemkot Batam. Pemkot Batam melalui BKPSDM, hanya menyampaikan bagaimana hasil ferivikasi BKN yang hasilnya menempatkan ke-93 honorer K2 itu memang TMS.

Atas tanggapan tersebut, para guru honorer yang memang tidak mendapatkan penyelesaian dari persoalan mereka, akan melakukan langkah-langkah lain. Termasuk mengambil langkah-langkah hukum dengan temuan mereka di lapangan.

Editor           : Edi

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 28 kali.