Animasi SMKN 4 Tanjungpinang Akan Buka Kelas Industri

investigasi.co.id – Penguatan pendidikan vokasi saat ini coba digenjot oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dengan menggagas kelas industri. Satu Sekolah di Tanjungpinang yang menjadi pilot project kelas industri ini adalah SMK Negeri 4 Tanjungpinang. Rencananya, SMKN 4 Tanjungpinang akan me-launching kelas industri pada bulan April 2019.

Wakil Kepala Bidang Humas SMKN 4 Tanjungpinang, Amirulmukminin, mengatakan, rencananya sekolahnya akan membuka satu kelas industri di bidang animasi. Pihak sekolah sendiri rencananya akan melakukan kerja sama dengan PT. Kinema Batam untuk kelas industri dibidang animasi.

“Kerja sama ini dilakukan dalam rangka revitalisasi SMK yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Rencananya, bulan April baru akan di-launching,” katanya saat ditemui investigasi.co.id, Kamis (7/3) siang.

Dalam satu kelas industri, lanjut pria yang akrab disapa Amir ini, rencanaya akan diisi oleh 20 siswa. Siswa kelas tersebut  dipilih oleh pihak sekolah dengan sistem seleksi. Sasarannya siswa kelas 11 dan 12 yang memiliki minat dan skill lebih dalam bidang animasi. “Banyak lulusan kami yang kerja di industri maupun instansi, namun kami harap selain bekerja, mereka bisa punya modal untuk berwirausaha dengan adanya kelas ini,” tuturnya.

Untuk kurikulum kelas industri ini, jelas dia, pihaknya akan menggunakan kurikulum teaching factory, di mana ruang kelas dibuat sama dengan dunia industri yang dibidangi. Sebelum kelas industri dibuat, staf pengajar dan siswa diberikan pelatihan oleh mitra yang diajak kerja sama.

Sekolah yang menjadi binaan kelas industri,  akan diberikan buku panduan sebagai alat bantu guna keperluan praktik para siswa. Selain itu, SMKN 4 Tanjungpinang dengan PT.Kinema juga melakukan sinkronisasi kurikulum, sehingga siswa sekolah binaan bisa menjadi lebih terarah sesuai kebutuhan industri. “Kami harap dengan adanya program ini, baik siswa dan pengajar bisa meningkatkan kompetensinya melalui program binaan yang diberikan,” jelas Pak Amir.

Dengan menjadi sekolah binaan, lanjut dia, lulusan sekolah setempat memiliki kesempatan bekerja di industri animasi. “Untuk yang mau langsung bekerja, jaringan industri animasi jelas siap menampung menyesuaikan kebutuhan,” katanya. (edi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 43 kali.