Perpustakaan Digital SMKN 4 Tanjungpinang, Sarana Literasi Zaman Now

Investigasi.co.id – Munculnya fenomena perpustakaan digital (digital library) merupakan salah satu perkembangan lebih lanjut dari web browser yang pada awalnya hanyalah media untuk menyampaikan informasi secara searah. Perkembangan ini kemudian ditangkap oleh pengelola informasi untuk memperluas sistem pelayanan informasi.Perpustakaan digital membutuhkan perangkat komputer dan jaringan komunikasiuntuk sarana prasarana yakni proses kegiatan otomasi dan penghematan data internal sekaligus penyediaan akses terhadap informasi yang secara fisik tidak tersedia di perpustakaan konvensional. Kondisi ini telah mengubah konsep dan bentuk perpustakaan menjadi sebuah bentuk baru yang disebut sebagai perpustakaan digital.

Perpustakaan digital adalah hal baru bagi segenap civitas akademika SMK Negeri 4 Tanjungpinang. Pembangunan gedung untuk lokasi perpustakaan digital sudah selesai dan diresmikan bulan Oktober 2018 lalu. Setelah diresmikan perpustakaan ini sudah dapat digunakan untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Letaknya di dekat ruang kelas yang bertujuan agar peserta didik lebih mudah untuk menggerakkan kakinya menuju ruangan tersebut.Lokasinya pun dekat dengan perpustakaan konvensional.

Diharapkan dengan adanya perpustakaan digital di SMK Negeri 4 Tanjungpinang yang merupakan salah satu perpustakaan digital di Tanjungpinang, dapat membantu peserta didik untuk mengakses buku-buku secara daring melalui komputer, laptop, maupun smartphone. Kecepatan akses terhadap pencarian dokumen atau buku yang biasanya terbatas pada kedekatan fisik yakni peserta didik harus mencari secara langsung di deretan rak-rak sesuai urutan judul buku atau biasanya pengunjung harus datang untuk mendapatkan buku yang diinginkan. Hal tersebut berbeda dengan perpustakaan digital, peserta didik dimanjakan dengan kemudahan dan kecepatan akses sehingga sangat mendukung untuk kegiatan belajar mengajar.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, kehadiran perpustakaan digital di SMK Negeri 4 Tanjungpinang diharap mampu untuk menyediakan layanan akses cepat terhadap katalog dan bibliografi serta isi buku, jurnal, majalah, kamus, dan koleksi perpustakaan lainnya secara lengkap dan cepat.Melalui komponen manajemen database, penyimpanan teks, sistem telusur, dan tampilan dokumen elektronik diharapkan mampu mencari database koleksi yang mengandung karakter tertentu, baik sebagai kata maupun sebagai bagian kata. Sedangkan di perpustakaan konvensional kemudahan dalam penelusuran seperti ini tidak mungkin bisa dilakukan.

Saat pelajaran bahasa Indonesia misalnya, pada kompetensi memahami struktur dan ciri kebahasaan teks opini/ editorial. Peserta didik dapat berselancar di dunia maya untuk melihat contoh-contoh dari teks opini/editorial sehingga mampu untuk membedakan sesuai dengan struktur dan ciri kebahasaan. Teks opini memuat pendapat atau pandangan penulis yang biasanya diterbitkan di media cetak. Dalam sebuah teks opini terkandung subjektivitas, tidak hanya fakta belaka. Artikel opini, surat pembaca, dan tajuk rencana merupakan jenis teks opini. Artikel opini dan surat pembaca merupakan pendapat pembaca terhadap suatu masalah, peristiwa, atau kejadian tertentu. Sedangkan teks editorial merupakan opini atau pendapat redaksi media cetak terhadap persoalan aktual, fenomenal, atau kontroversial yang berkembang di masyarakat.

Pada kompetensi mengevaluasi struktur teks editorial, peserta didik dapat berselancar di dunia maya untuk mencari teks editorial sebagai bahan untuk dievaluasi yakni peserta didik dapat menilai kualitas teks editorial yang diamati.Secara bersama-sama, peserta didik dapat memperbaiki ejaan, bentuk kata, kohesi, dan koherensi antarkalimat. Pada kompetensi menginterpretasi fungsi sosial teks editorial, peserta didik dapat memilih teks editorial untuk ditafsirkan atau dimaknai isinya. Bagaimana isi teks editorial tersebut, lalu bagaimana pendapat peserta didik terhadap isi teks tersebut.

Salah satu kelebihan dari perpustakaan digital adalah pencarian terhadap koleksi perpustakaan lebih mudah dibanding perpustakaan konvensional. Selain itu,juga mengurangi atau membantu tugas-tugas staf perpustakaan atau tenaga operasional di perpustakaan misalnya meletakkan buku terbitan baru di rak, mengembalikan buku yang baru selesai dipinjam ke rak semula, memberikan kode register atau barcode pada buku yang baru. Dari segi perawatan tentu saja dapat memudahkan atau menyederhanakan perawatan dan kontrol harian atas koleksi perpustakaan. Dari segi penyimpanan dokumen atau buku tentu dapat memaksimalkan penggunaan ruangan yang semakin terbatas. Yang penting akses layanan internet tidak lambat dan tidak diserang hacker atau akun peretas.

Kehadiran perpustakaan digital sangat membantu proses belajar terutama mata pelajaran Bahasa Indonesia karena sebagai pengajar kami mendisiplinkan peserta didik untuk rajin membaca dengan target tertentu yakni lima belas menit sebelum pembelajaran dimulai, peserta didik diwajibkan untuk membaca. Membaca artikel apapun, lalu membuat laporan membaca setiap satu minggu sekali agar kita dapat memantau kegiatan membaca mereka.

Kiranya yang perlu kita perhatikan bersama adalah dampak perkembangan internet ibarat dua sisi mata pisau, ada yang baik dan ada juga yang kurang baik. Sisi baiknya seperti yang dijelaskan di atas, sedangkan sisi kurang baiknya, sebagai seorang guru, tentu saja kita mempunyai pekerjaan yang berat untuk mengawal agar kita dapat meminimalisir penyalahgunaan internet pada saat jam pembelajaran. Kita harus tetap memantau kegiatan peserta didik agar tetap konsen mengerjakan tugas dan tidak terpengaruh untuk membuka situs yang lain. (Edi)

 

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 48 kali.