Rumput Stadion Sepak Bola Busung Bintan, Diduga Belum Memenuhi Standarisasi.

Investigasi.co.id | Bintan – meski lapangan stadion sepak bola busung kecamatan Sri Kuala Lobam sudah hampir rampung ( selesai ) dikerjakan, bukan berarti tidak banyak menyisakan pekerjaan-Pekerjaan lapangan yang belum terselesaikan sesuai dengan spesifikasi nya,seperti hal nya untuk memenuhi standarisasi, Selasa ( 19/02/2020 ).

Seperti yang terlihat saat ini,adapun rumput yang digunakan dalam lapangan stadion sepak bola busung tersebut diduga belum sesuai standarisasi nya, setelah media investigasi.co.id turun kelapangan melihat kondisi rumput-rumput yang kini mulai panjang, juga tak teratur tumbuh bersamaan dengan lalang.

” Padahal stadion lapangan sepak bola busung kecamatan sri lobam ini nantinya,akan menjadi kebangaan masyarakat bintan khusus nya,bahkan tak tangung-tangung stadion ini pun menghabiskan angaran yang tidak sedikit dengan dua tahapan ”

tahap 1 tahun 2017 menghabiskan angaran sebesar rp.10.730.000.000.miliar.

tahap 2 tahun 2018 sebesar rp.4.800.000.00.miliar.

Akan tetapi jenis rumput yang ditanami didalam lapangan stadion,sejenis rumput ( jepang ) yang mudah didapati dan tak perlu dirawat.

Padahal sebuah stadion lapangan sepak bola, bukan hanya terlihat dari luar nya yang indah maupun megah bangunan itu, akan tetapi,rumput juga merupakan salah satu faktor yang memberikan kepuasaan bagi seorang pemain sepak bola, agar disaat bertanding para bermain sepak bola, apa bila terjatuh diatas rumput yang ditanami, tidak mencidrai para pemain sepak bola di lapangan.

Saat media investigasi.co.id coba menghubungi dinas terkait, perumahan dan pemukiman ( perkim ) bintan. Selaku dinas yang bertangung jawab dalam melakukan pengawasan pengerjaan tersebut, investigasi.co.id ingin konfirmasi/klarifikasi tentang standarisasi jenis rumput nya yang dimaksut, sebut saja pak bayu melalui via by phone investigasi.co.id, Senin (18/02/2020 ) ” pangilan tak diangkat dan tidak jawab.

Penulis : Tengku Azhar

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 88 kali.