Artikel ini telah dilihat : 6 kali.

Nirman Pasien JKN-KIS RSUP Sangat Terbantu : Jalani HD, Cukup Dengan Fingerprint.

Investigasi.co.id | Tanjungpinang – Nirman ( 47 ) pasien Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmat Tabib Provinsi Kepulauan Riau, adalah salah satu pasien yang rutin menjalani Hemodialisa (HD) atau yang biasa disebut dengan cuci darah.jum’at.( 21/02/2020 ).

“Sudah hampir 2 tahun saya menjalani HD setiap 2x seminggu, hal ini bukan hal yang mudah buat saya dan keluarga saya. Kalau tidak ada JKN-KIS, tidak tahu lagi saya harus bagaimana bisa membayar biaya HD,” ucap Nirman mengawali percakapan saat ditemui oleh tim Jamkesnews Di ( RSUP ).

Nirman yang sehari-hari bekerja hanya sebagai sopir,bercerita bahwa dirinya tidak mampu membayangkan jika harus menanggung seluruh biaya perobatan yang jumlahnya juga tentu tidak sedikit.

Bahkan “Penghasilan saya yang sebagai sopir tentu nya tidak cukup, apa lagi dengan kondisi saya yang sekarang ini sudah tidak lagi fit untuk bekerja,” tuturnya yang sedang menjalani proses Hemodialisa.

Pria kelahiran 06 Juli 1973 ini, bercerita selama menjalani HD beliau selalu mendapat pelayanan yang baik diselama RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau.

“Alhamdulillah saya tidak ada kendala setiap saya berobat dengan kartu JKN-KIS di rumah sakit ini, dokter dan perawatnya baik-baik. Tidak pernah dipersulit, apalagi sekarang sudah semakin mudah, kalau mau HD cukup dengan menempelkan jari saya dengan (finger print)” ungkap Nirman.

Sebelumnya setiap pasien HD yang akan mendapatkan pelayanan, harus mengantri terlebih dahulu di bagian pendaftaran rumah sakit, selanjut nya mengantri kembali di poli HD,sekarang cukup langsung menggunakan finger print,yang sebelumnya telah direkam di poli HD maka selanjut nya pasien dapat langsung dilayani tanpa harus ke bagian pendaftaran.

“Dengan finger print, saya sebagai pasien HD dapat menghemat waktu, jadi lebih mudah,” lanjut Nirman.
Kemudahan lain nya yang didapatkan oleh pasien HD,dari sistem finger dan finger print ini juga bisa memangkas prosedur administrasi karena pasien HD tidak perlu lagi kembali ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk memperpanjang rujukan setiap tiga bulan sekali.

lanjut nirman ” Kalau mau ke Poli HD, tidak perlu mengantri di depan (pendaftaran), cukup
menempelkan jari saya, setelah itu langsung dapat dilayani. Saya juga tidak perlu kembali lagi ke Puskesmas untuk minta rujukan. Semuanya sudah sangat mudah, terima kasih JKN-KIS,” tutup Nirman.

Sumber : BPJS Tanjungpinang

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *