GETUK Mediasi, Pihak Sekolah dan Wali Murid

Investigasi.co.id | Tanjungpinang – Pendidikan merupakan hal terbesar yang selalu diutamakan oleh para orang tua, karena saat ini masyarakat semakin menyadari penting nya memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak mereka sejak dini, baik Sekolah tingkat Dasar ( SD ) maupun tingkat Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) bahkan tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan ( SMA/SMK), Selasa ( 25/02/2020 ).

Untuk itu orang tua memegang peranan penting, dalam membimbing dan mendampingi anak – anaknya dalam kehidupan keseharian, baik di lingkungan keluarga maupun ditengah lingkungan masyarakat.

Meski demikian berbeda hal nya, yang terjadi di sekolah SMPN 10 Kota Tanjungpinang baru-baru ini ( 17/02 ) terhadap ibu Pratiwi yang tinggal di Jln. Sultan Mahmud Gang. Swadaya No.43 Tanjung Unggat kepada anak nya Kadafi yang tidak dapat mengikuti pelajaran selama 1 semester lantaran sering bolos dan tidur dikelas.

” Saya memang mengakui bahwa benar kalau anak saya Muhammad Kadafi memang nakal namun saya sebagai orang tua tentunya sangat menyayangkan atas sikap sekolah, harus menarik anak saya dalam arti kata ( dikeluarkan ),¬†padahal sebentar lagi sudah mendekati ujian, dengan wajah lesu Aulia Pratiwi saat menjelaskan ke media investigasi.co.id.

Ditempat terpisah, permasalahan ini sempat mendapat perhatian, dari LSM – GETUK Kepri Tengku Azhar yang juga permerhati tentang pendidikan, mencari tau apa penyebab nya.

” Antara wali murid dan pihak sekolah sehingga Muhammad Kadafi harus di keluarkan.

Selanjut nya LSM-GETUK Tengku Azhar coba mendatangi SMPN 10 Kota Tanjungpinang, untuk menemui pihak sekolah.

Saat ditemui, pihak  sekolah menjelaskan, ( 25/02 ) permasalahan yang timbul kami coba menyelesaikan dengan membahas melalui rapat guru namun persoalan ini juga harus digaris bawahi, karena didalam pemberitaan yang didengar hanya sepihak, sementara pihak sekolah juga bingung kok tega, tempat anaknya menimba ilmu dan menjadi rumah ke 2 bagi murid, diberitakan tanpa melihat proses pembinaan yang sudah 7 bulan dilakukan pihak sekolah berbeda dengan yang disampaikan orang tua murid.

Padahal Surat yang dibuat pihak sekolah atas persetujuan orang tua murid, ingin menarik anak nya dari sekolah karena pusing sudah sering dipangil untuk pembinaan.

Dan Surat pemberitahuan tersebut sudah melalui proses,apabila murid melakukan kesalahan kedapan merokok, bolos atau anak tidak buat PR, mengambil HP atau bawa HP, maka hari itu juga akan di keluarkan dari sekolah, kalau seandai nya bapak tak percaya coba cari sekolah dimanapun egak ada solusi seperti anak murid kami ini.

” Mungkin inilah puncak permasalahan yang terjadi waktu tanggal 17 February yang lalu.

Mengahiri mediasi antara orang tua murid dan pihak sekolah, orang tua murid menyampaikan dan memberikan kepercayaan kepada LSM-GETUK untuk membantu anak saya agar mendapatkan keadilan serta solusi yang terbaik dan saya juga berterimakasi kepada getuk sudah datang ketempat saya, tutup nya. (edy)

 

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 54 kali.