Stok Masker Kosong, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Bungkam

Investigasi.co.id | Tanjungpinang – Saat ini wabah Virus Corona (Covid-19) sudah menjadi momok diseluruh dunia, bahkan hampir semua negara merasa sangat khawatir dengan virus ini. Pasalnya, virus mematikan ini sudah banyak memakan korban. Untuk mengantisipasi agar terhindar dari virus ini, salah satunya menggunakan masker. Sayangnya ketersediaan masker pun sangat terbatas dan langka akibat virus ini.

Dari pantauan investigasi.co.id, disejumlah tempat, seperti apotek dan swalayan di Kota Tanjungpinang stok masker habis tak bersisa. Hal tersebut diketahui ketika investigasi.co.id berkunjung ke apotek Kimia Farma di Jalan Raja Haji Fisabilillah, dan Apotek Ihsan di Jalan Pemuda, Senin (16/3/2020).

“Masker di sini kosong dari dua minggu yang lalu, sebelumnya ada. Cuma cepat sekali habis,” ungkap salah satu pegawai Apotek Kimia Farma di Jalan Raja Haji Fisabilillah pada investigasi.co.id

Sebelumnya, kelangkaan masker di Bumi Segantang Lada ini diperoleh investigasi.co.id dari salah seorang warga yang bermukim di KM 3 Kota Tanjungpinang bernama Edi (50). Melalui sambungan telepon, Edi mengatakan sulitnya memperoleh masker. Sampai seminggu lamanya Edi berkeliling hanya untuk mencari masker.

Iklan

“Sudah dalam seminggu ini saya keliling disetiap apotek yang ada, namun tak satu pun ada masker yang dijual. kebutuhan masker saat ini sangat langka untuk bisa didapatkan,” keluh Edi.

Edi semakin khawatir dengan meningkatnya jumlah korban dan cepatnya penularan Virus Corona.

“Kalau tidak kita yang mengantisipasinya sendiri, siapa lagi,” tegas Edi.

Akan tetapi, lanjut Edi, masker yang saya cari bukan saja untuk antisipasi wabah Virus Corona, tapi dapat juga melindungi diri saya dari polusi udara karena asap kendaraan bermotor.

“Dengan kelangkaan masker ini, saya berharap agar pelaku usaha tidak mencari kesempatan dan tidak mengambil keuntungan besar. Sesuaikanlah harga, jual dengan harga standar, agar masyarakat tidak terbebani,” pinta Edi.

Edi juga berharap, agar pihak yang berwenang peka terhadap masyarakat seperti dirinya yang sangat khawatir terhadap Virus Corona ini.

“Saya minta tolong pak, beritahu kepada pihak yang berwenang, saya sebagai masyarakat juga kepingin merasakan nyaman saat bepergian bersama keluarga saya. Meskipun Virus Corona dianggap sebagai bencana buat kita semua, semoga kita menjadi sadar dan selalu menjaga kebersihan di lingkungan kita bersama,” ujar Edi.

Untuk mengetahui kelangkaan masker yang terjadi, investigasi.co.id mencoba mencari jawabannya dengan mendatangi Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang. Namun, yang terjadi justru jawaban yang mengecewakan yang didapatkan.

Menurut salah seorang staf di dinas tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, Rustam tidak berada di tempat alias sedang dinas luar. Tidak sampai disitu, investigasi.co.id juga mencoba untuk menemui Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, namun sang Sekretaris pun enggan menemui investigasi.co.id.

“Ijin pak kenapa sulit untuk dimintai keterangan ya pak, padahal saat ini masyarakat sangat membutuhkan masker sebagai alat pengaman diri,” ujar investigasi.co.id.

Dengan nada ketus Sekretaris Dinas Kesehatan tersebut menjawab, “saya tak punya kewenangan dalam hal ini, saya kan sudah bilang saya tak punya kewenangan” katanya emosi.

Selanjutnya, investigasi.co.id berkunjung ke Disperindag Kota Tanjungpinang, untuk menanyakan soal perhatian dan pengawasan habisnya stok masker yang ada di apotek dan swalayan yang ada di Kota Tanjungpinang.

Saat ditemui, Sekretaris Disperindag, H Muhammad Amin, mengatakan, bahwa persoalan stok masker adalah kewenangan dari Dinas Kesehatan. Pasalnya, hanya Dinas Kesehatan yang memiliki gudang farmasi sendiri.

“Sebenarnya yang berwenang dalam pendistribusian masker-masker dan menyetoknya di apotek adalah Dinas Kesehatan. Karena dinas memiliki gudang farmasi nya sendiri dan selanjutnya akan didistribusikan kesetiap Puskesmas-Puskesmas yang ada di Kota Tanjungpinang. Namun, kalau untuk obat-obatan dan makanan itu pegawasannya sama dengan Disperindag dan kami sangat berterimakasi atas informasi yang disampaikan ke kami untuk selanjut saya sampaikan ke Kadis,” terang Amin.

Penulis : T.Az.

PIN-RI

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *