Sinyal Wifi di 13 Koto Kampar Lemah, Mahasiswa Kesulitan Melakukan Kuliah Online.

Investigasi.co.id | Pekanbaru – Akibar Covid 19 kuliah diliburkan dan diberlakukan sistem perkuliahan online (metode daring) di sejumlah perguruan tinggi swasta khususnya Universitas Islam Riau untuk mencegah penyebaran Virus Corona. “Perkuliahan diliburkan dan diganti dengan metode daring melalui pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan Google Classroom atau metode sosial lainnya sampai batas waktu yang ditentukan kemudian”, hal ini disampaikan  Rektor UIR Prof. Dr. Syafrinal di gedung UIR, Senin (16/3/2020).

Dengan adanya pengumuman ini memunculkan banyak reaksi dari mahasiswa/i, termasuk yang paling merasakan adalah dampak perubahan sistem pembelajaran tersebut, yang sebelumnya dilakukan dengan tatap muka.

Salah satu mahasiswi UIR, Indri Haryunikmah, yang akrab disapa Indri, mengaku merasa justru berdampak membebani mahasiswa terutama bagi mereka yang terbatas akses internetnya.
ia membeberkan bahwa “Perubahan sistem seperti ini kurang efektif dikarenakan sinyal wifi dirumah kurang bagus dan harus pergi ke tempat yang lebih tinggi dulu,” tegasnya

Indri menjelaskan, kegiatan belajar perlu banyak diskusi. Memang hal tersebut bisa dilakukan dengan online. Namun tak semua mahasiswa memiliki koneksi internet yang baik dirumahnya tergantung kota masing masing, ungkapnya. “Kami juga perlu diskusi, jika harus online mungkin kurang optimal, karena tiap orang fasilitasnya berbeda-beda, ada yang koneksinya baik dan tidak,” ujarnya. Sistem perkuliahan online UIR dimulai dari tanggal 23 s.d 28 Maret 2020, sedangkan UTS Online dimulai dari tanggal 30 Maret s.d  6 April 2020.

“Jadi kampus sepi sekali dan mahasiswa yang disini juga pada pulang, beberapa Dosen memberi tugas dan materi lewat Google Classroom, yang nantinya harus kami upload tugasnya secara online disana,” ujarnya.

Sementara, mahasiswa UIR Jurusan Pertanian Muktar menjelaskan bahwa kuliah sistem online memang sangat perlu dilakukan. “Dampak berkerumun itu memang cukup berisiko dan bisa menyebabkan kematian . Masing-masing orang tidak akan tahu apakah terpapar virus corona atau tidak. Saya rasa pemberlakuan ini sudah baik. Kuliah online sejauh ini yang saya rasakan memang sangat sulit di Kampar tetapi saya melangsungkan kuliah online ini harus pergi ke tempat yang lebih tinggi, tetapi tidak masalah bagi saya, karena virus sekarang lagi bahaya,” ujar Muktar.

Melihat jumlah kasus COVID-19 yang terus bertambah di Indonesia Indri berharap  pemerintah bertindak cepat dalam menangani virus ini, disisi lain kampus juga harus dapat menyediakan kuliah tatap muka online seperti channel youtube untuk mengakomodir para mahasiswa/i layaknya metode belajar tatap muka. (Gita)

 

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 79 kali.