Keterbatasan Anggaran BPBD Kota Tanjungpinang Dalam Penanganan Covid-19

Kepala BPBD Kota Tanjungpinang Dedi Jusja.S.sos.

Investigasi.co.id | Tanjungpinang – Bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda jagad raya menjadi ketakutan semua lapisan.senin ( 06/04/2020 ).

Disamping angka kematian terus bertambah, juga berdampak pada pelemahan perekonomian di beberapa negara, termasuk Indonesia. Penanganan Covid-19 di Indonesia, mulai dari Pemerintah Pusat sampai Pemerintah Daerah berjibaku dalam memerangi Virus Corona. Dalam penanganan tersebut pemerintah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Berdasarkan tupoksinya masing-masing, bagaimana penanggulangan dan penyebaran Virus Corona ini bisa secepatnya teratasi. Di Indonesia, dengan ditetapkannya Pandemic Corona sebagai Bencana Nasional, tidak terlepas dari peran aktif Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik pusat maupun daerah.

Berdasarkan pantauan investigasi.co.id ini, BPBD Kota Tanjungpinang justru terkesan lain. Sejak tanah gurindam mulai disibukkan dengan bencana ini,yang paling nampak justru sebaliknya yakni peran aktif dari Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) maupun dari Kepolisian Republik Indonesia ( POLRI ).

Kenapa demikian? Selama pasca bencana Covid-19 yang penyebarannya terus meningkat, yang dilakukan BPBD Kota Tanjungpunang hanya seputaran penyemprotan cairan disinfektan, himbauan/sosialisasi dan pendampingan jenazah ( mayat ) yang meningal dunia karena virus corona, berdasarkan ketentuan SOP rumah sakit.

Padahal tidak sedikit anggaran yang digelontorkan Pemerintah dalam penanganan penangulangan penyebaran Covid-19 melalui BPBD Kota Tanjungpinang, yakni sebesar 4,7 miliar. Investigasi.co.id coba mewawancarai,Kepala Dinas BPBD Kota Tanjungpinang,Dedi Jusja.S. Sos, di kantornya. Kita ada undang-undang BNPB dan kita ada klaster yang memiliki tugas dan fungsi masing – masing. Demikian disampaikan Dedi ketika diwawancara.

Adapun dalam Satuan Tugas (Satgas) Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Tanjungpinang diketuai oleh Pak Sekda. “Terdiri dari Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan dan BPBD sendiri.” terangnya.

Dan dalam hal ini, kita ( BPBD ) hanya sebagai Koordinator, bukan khusus yang menangani yang terkena Virus Corona. lanjutnya. “Karena pertangungjawabannya sudah ada di masing -masing tugas dan fungsi, ada TNI-POLRI dan SAR,” beber nya.

Dedi juga menjelaskan bahwa tugas dan fungsi itu sudah dijalankan oleh instansi tersebut. dan BPBD hanya menerima laporan. “Supaya nantinya jangan beranggapan bahwa kami (BPBD) yang menangani semua.” tegasnya.

Ketika ditanyakan terkait anggaran yang disetujui oleh DPRD Kota Tanjungpinang guna mempercepat penanganan Covid-19 di BPBD sebesar 4,7 miliar, Dedi mengatakan BPBD belum ada menerima angaran tersebut. Saat disinggung anggaran yang digunakan BPBD dalam melakukan himbauan,sosialisasi dan penyemprotan disinfektan di beberapa titik lokasi tersebut, Dedi mengatakan dengan anggaran yang ada di BPBD Kota Tanjungpinang.

Dedi juga menyampaikan bahwa saat ini BPBD sudah ada dua tangki air, dan dua wastafel yang akan ditempatkan di lokasi yang sudah ditentukan. “Sementara, yang kami lakukan saat ini adalah dengan melakukan penyemprotan disinfektan, himbauan social / physical distancing serta pendampingan zenazah dari rumah sakit ke pemakaman.” tutupnya.

Penulis : T4z.

Iklan

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *