Oknum Pemborong “Proyek Venue Panjat Tebing” Diduga Bawa Kabur Uang Proyek Senilai,184 Juta

Investigasi.co.id | Bintan – Proyek pembangunan sarana (venue) panjat tebing yang dikerjakan oleh CV Anugerah Pangkil kini menjadi perbincangan masyarakat Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Pasalnya proyek yang terletak di Taman Kijang Kota, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur tersebut terlantar dan jauh dari kata selesai. Proyek senilai Rp.184.400.000 itu dikerjakan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bintan tahun 2019.

Venue tersebut diketahui dikerjakan berdasarkan kesepakatan antara kontraktor pelaksana dengan pihak cabang olah raga Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bintan, yang tertuang melalui berita acara pada Sabtu 21 Desember 2019 lalu.

Di dalam penandatanganan berita acara, disepakati oleh kedua belah pihak, antara FPTI Bintan dan CV Anugerah Pangkil sebagai penanggung jawab. Perusahaan ini beralamat di Jalan Sei Enam Laut, RT 004/RW 001, Kelurahan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur.

Setelah disepakati sesuai proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), FPTI Bintan kemudian menyerahkan anggaran pembangunan tersebut sebesar Rp.184.400.000 kepada CV Anugerah Pangkil.

Selanjutnya, dibuatkan berita acara serah terima pembangunan, sehingga dapat dipertanggung jawabkan sepenuhnya sesuai ketentuan yang berlaku. CV Anugerah Pangkil juga diwajibkan membuat laporan hasil pekerjaannya kepada FPTI Bintan.

Namun nyatanya pada akhir Januari 2020, tiba-tiba pekerjaan terhenti.

Menurut keterangan Sekretaris FPTI Bintan, Iqbal, kepada investigasi.co.id, bahwa pekerjaan tersebut bermasalah. Pihak kontraktor dikatakannya tidak bekerja sesuai kesepakatan. “Pekerjaannya banyak yang molor karena terlalu banyak liburnya,” ujar Iqbal, Senin (21/04/2020).

Padahal, lanjutnya, pembangunan venue telah disepakati sesuai berita acara, harus rampung selama 40 hari kalender kerja.

Pihak FPTI Bintan, terang Iqbal, tidak mengetahui apa penyebab proyek venue berhenti. Akhirnya, FPTI Bintan kemudian meminta penjelasan kepada kontraktor pelaksana dan penanggung jawab kegiatan, bernama Azmi Sidiq.

“Setelah kita tanya, Pak Azmi hanya menjawab ‘Iya..iya saja’, tanpa ada solusi yang pasti,” tuturnya lagi.

Kesal atas sikap kontraktor yang tidak mengindahkan kesepakatan awal, FPTI Bintan kemudian mengingatkan kontraktor agar proyek tersebut segera diselesaikan. Padahal berbagai alat khusus panjat tebing telah diserahkan kepada FPTI Bintan.

Terkait hal tersebut, investigasi.co.id, mencoba menghubungi Azmi Sidiq melalui telepon, namun tidak dijawab. Saat dihubungi kembali melalui pesan whatsapp, Azmi Sidiq kemudian bersedia bertemu.

Media investigasi.co.id meminta penjelasan terkait pekerjaan yang belum tuntas dikerjakan, namun uang proyek sudah diterima 100% sebesar Rp.184.400.000.

Bahkan, Azmi Sidiq terlihat terkejut ketika mengetahui bahwa investigasi.co.id, memiliki RAB proyek pembangunan venue dan pekerjaan baru dikerjakan sekitar 12%. Azmi mencoba berkelit dengan mengatakan, “Saya akan bertanggung jawab, sepenuhnya atas kegiatan tersebut sesuai surat pernyataan tanggung jawab,” sebutnya.

Ia juga berjanji akan mengganti uang yang sudah digunakan dan akan mengerjakan kembali proyek venue panjat tebing itu.

Saat disinggung terkait pemanggilan dirinya oleh pihak Polres Bintan untuk mengklarifikasi pekerjaan yang belum rampung dikerjakan, Azmi tak menjawab alias bungkam.

Pria ini justru mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan bahwa dirinya akan tetap mengerjakan proyek yang telah terbengkalai tersebut.

Sudah selayaknya Inspektorat Bintan dan aparat penegak hukum untuk mengaudit kegiatan ini. Bila ditemukan ada indikasi penyelewengan terhadap anggaran yang menggunakan uang rakyat, segera diproses hukum. Kontraktor dinilai telah lalai karena membawa kabur uang proyek. Hingga kini, kasusnya belum juga diproses secara hukum.

Penulis: T4z

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 105 kali.