Peringati Hari Buruh, Ketua FSPTI-SPSI Kepri: Perhatikan Nasib Buruh Yang Terdampak Covid-19.

Investigasi.co.id | Kepri – Bagi buruh, makna May Day adalah hari kemenangan. May Day diperingati sebagai bentuk peringatan untuk mengenang perjuangan para buruh untuk mengubah jam kerja, yang awalnya 12 jam menjadi 16 jam, dan kemudian berubah menjadi 8 jam kerja, Jum’at (01/05/2020)

Untuk itu, upaya yang dilakukan para buruh untuk memperjuangkan haknya ini, patut diapresiasi bersama, apalagi yang dilakukan buruh adalah dengan aksi yang profesional dengan pendekatan objektif, persuatif, dan memiliki visi bersama untuk membangun peradaban bangsa menjadi lebih baik.

Hal ini menjadi penting dilakukan, karena perjuangan tidak hanya mengandalkan otot secara fisik, namun butuh strategi dan metode yang pas untuk mensukseskan apa yang diharapkan bersama.

“May Day”merupakan hari besar kaum buruh di seluruh dunia, dan tanggal 1 Mei setiap tahunnya, para buruh menunjukkan solidaritas dan berorasi dengan turun ke jalan.

Buruh dengan segala perjuangannya, telah membawa banyak perubahan. Hak untuk cuti, delapan jam kerja, hak berserikat, hak mendapatkan pesangon, hak untuk kesehatan, hak untuk mendapatkan hari libur, hingga kesetaraan upah bagi laki-laki dan perempuan adalah, hak yang diperoleh dari perjuangan kaum buruh di seluruh Indonesia.

Di Kota Tanjungpinang, dalam memperingati Hari Buruh, Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-SPSI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Afyendry, meminta pemerintah untuk benar-benar memperhatikan nasib buruh yang terdampak Virus Corona (Covid-19).

“Dengan adanya atensi atau aksi nyata, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, tentunya dalam hal ini, Dinas Tenaga Kerja terkait, agar selalu memperhatikan tentang nasib buruh/pekerja ke depannya akibat dampak Covid-19,” tegas Afyendry.

Afyendry menambahkan, bahwa buruh yang tergabung dalam (FSPTI-SPSI), belum satu pun yang mendapat perhatian dari pemerintah,” ungkap afyendry pada investigasi.co.id.

Afyendri meminta kepada pemerintah, dengan bertepatan hari buruh, apa yang seharusnya diberikan untuk buruh, maka berikanlah, jangan ada tebang pilih, karena kami juga sama terdampak pasca Covid-19.

“Dan ini sudah menjadi ketetapan pemerintah, dalam penanganan dampak sosial, terhadap pasca pandemi darurat Corona, jelas sudah dianggarkan pemerintah, dan ada hak kami sebagai buruh, penerima atas bantuan yang terdampak Covid-19,” tutup Afyendry.

Penulis :T.4z.

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 46 kali.