Shalat Jum’at Pertama Setelah Ramadhan, Umat Muslim Penuhi Masjid Agung Fase New Normal.

Investigasi.co.id | Tanjungpinang – Masjid Agung Tanjungpinang dipenuhi umat muslim dalam melakukan ibadah Shalat Jum’at berjamaah pada fase new normal setelah Ramadhan 1441 H, Jum’at (29/5/2020) siang.

Berdasarkan pantauan investigasi di lapangan, warga Tanjungpinang yang akan melaksanakan Shalat Jum’at menjalani protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Mulai dari penggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan pemberian jarak tali 1 meter hingga 1.5 meter setiap jamaah. Meski demikian, tidak menyurutkan jamaah untuk melaksanakan Shalat Jum’at berjamaah.

Masjid Agung Tanjungpinang dibangun diatas tanah seluas 5.059 m2 dengan luas bangunan sekitar 600 m2 yang dapat menampung sekitar 3000 jamaah, setelah dilakukan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dapat menampung sekitar 1500 jamaah.

Pada surat edaran tertanggal 26 Mei 2020 pemerintah telah menyatakan bahwa pelaksanaan Ibadah secara berjamaah pada Zona Merah dan Zona Kuning, pada prinsipnya pemerintah tetap menganjurkan untuk shalat berjamaah dirumah, namun demikian bagi pengurus dan jamaah masjid yang tetap berkeinginan untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjid, diperkenankan dengan syarat pengawasan ketat dari Pemerintah setempat dalam hal penerapan Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Masjid.

Dalam edaran itu, Pengurus Masjid wajib memperhatikan dan melaksanakan standar Protokol Pencegahan Penyebaran covid-19 di Masjid. Standarnya antara lain menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun, melakukan pemeriksaan suhu tubuh jamaah, serta menggunakan masker bagi pengurus maupun jamaah.

Selain itu, jamaah diminta membawa sajadah masing-masing. Mereka pun diminta untuk tidak berjabat tangan dan berpelukan. Jamaah juga dimintakan menerapkan Physical Distancing/ menjaga jarak, minimal 1 lengan antara satu jamaah dengan jamaah lainnya.

Surat itu juga menganjurkan dalam ibadah sholat untuk menggunakan ayat-ayat pendek, mempersingkat pelaksanaan khutbah. Larangan-larangan juga diberlakukan untuk jamaah. Bagi jamaah yang tidak menggunakan masker tidak diperkenankan untuk berjamaah di masjid. Kemudian bagi jamaah yang kurang sehat atau yang memiliki gejala demam, batuk, bersin tidak diperkenankan untuk berjamaah di masjid.

Salah satu jamaah yang akrab disapa Hery mengatakan “ saya sangat bersyukur bisa melaksanakan shalat jum’at berjamaah di Masjid Agung ini, karena  pada bulan Ramadhan saya melakukan shalat dirumah saja”.

“Mudah-mudahan pandemi covid-19 ini segera berakhir dan kita dapat melaksanakan ibadah dengan tenang,” ungkap Hery. (Edi)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 8 kali.