SMKN 4 Tanjungpinang Terapkan E- Learning Sendiri Bagi Siswanya di Laman lms.smkn4-tpi.sch.id

Investigasi.co.id | Tanjungpinang – SMKN 4 Tanjungpinang menerapkan e-learning sendiri dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi siswanya. Cara itu diterapkan untuk menindaklanjuti instruksi Dinas Pendidikan Kepri agar sekolah menerapkan pembelajaran daring di rumah bagi siswanya menyusul kejadian luar biasa (KLB) virus corona atau Covid-19.

Kepala Sekolah SMKN 4 Tanjungpinang, Sulasmi menyatakan, penerapan e-learning ini untuk meningkatkan kemampuan belajar mandiri bagi siswanya, sehingga kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada pihak pengajar, selain itu materi pembelajaran sangat mudah diakses dan dimiliki oleh setiap siswa.

“Penerapan e-learning ini meningkatkan kemampuan siswa dan guru terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi, siswa juga akan dituntut untuk lebih aktif karena penilaian didasarkan pada partisipasi siswa di forum e-learning,” ungkap Sulasmi kepada investigasi, Sabtu (6/6/2020).

E-learning milik sendiri, menurut Sulasmi, diberi pelatihan bagaimana membuat kelas digital secara online. Guru dan siswa dapat mengakses alamat http://lms.smkn4-tpi.sch.id.

“Nanti untuk ujian PAS kita menggunakan e-learning tersebut, siswa dari kelas X sampai XI dianjurkan untuk mengakses website e-learning SMKN 4 supaya bisa ikut ujian PAS,” jelas Sulasmi.

Sementara itu tim pengembang e-learning SMKN 4, Edi.S mengatakan kita harus melihat potret dunia pendidikan di tengah pandemi COVID-19 ini siap atau tidak, telah membuka mata publik khususnya sekolah kami untuk bekerja keras, berpikir kreatif dan adaptif dengan mengubah model kegiatan belajar mengajar yang semula berbasis konvensional menjadi pembelajaran berbasis e-learning.

“Pandemi COVID-19 ini adalah momentum bagi dunia pendidikan untuk membuat terobosan baru, keluar dari paradigma normatif dunia nyata ke dunia maya dengan memanfaatkan teknologi dalam setiap kegiatan proses belajar mengajar (KBM) dan pelayanan non-akademik lainnya,” ungkap Edi. 

“Bukan tidak mungkin lembaga pendidikan yang masih bertahan dengan model pembelajaran tradisional akan ditinggal masyarakat, tersapu oleh badai virus COVID-19 yang sangat ganas ini. Kita semua berharap musibah akan segera berlalu dan aktivitas pendidikan serta sektor lainnya dapat segera pulih kembali,” tutur Edi. (T.4z)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 12 kali.