Peningkatan Jalan Alternatif Simpang Marina City – Base Camp Kota Batam Masih Tahap Pengerjaan

Investigasi.co.id | Batam – Proyek Pembangunan Peningkatan jalan dan jembatan di simpang Marina City Kota Batam, yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) Propinsi kepri, masih tahap pengerjaan lapangan. Senin (29/06/2020).

Hasil wawancara investigasi.co.id di kantor Dinas PUPR Provinsi Kepri, melalui Kabid Binamarga, Rodi Yantari ST. MM menyampaikan di ruang kerjanya.

Proyek tersebut baru tahap pengerjaan 5 %, tentunya kita masih banyak melakukan pekerjaan yang panjang, adapun keadaan jalan yang saat ini mengenangi air, becek dan berlumpur, seperti apa yang diberitakan sebelumnya.

Menyikapi pemberitaan tersebut, Rodi ketika ditemui awak media ini menangapinya dengan sikap terbuka.

Lebih lanjut, menurut Rodi. proyek jalan alternatif simpang Marina city tersebut, masih tahap peningkatan, pelebaran disisi bahu kiri dan kanan jalan.

Dan kebetulan, cuaca kita belakangan ini juga kurang baik. hujan yang berkepanjangan, sehingga mudah mengenangi air, becek dan berlumpur,” beber Rodi.

Menurut Kabid Binamarga Dinas PUPR Provinsi tersebut, saat ini pihaknya masih tahap perbaikan pekerjaan rise up sekitar 875 meter.

Peningkatan jalan alternatif ini nantinya, akan dilakukan pekerjaan overlay. sepanjang 6,59 kilo meter, dengan jangka masa pemeliharaan nya tiga ratus enam puluh (360) hari kalender kerja ditahun anggaran 2020.

Rodi, mengakui keadaan kondisi jalan saat ini, memang berlumpur dan becek. Karena sedang dilakukan pengikisan dan penimbunan untuk pemadatan, baru selanjutnya pemasangan besi dan dicor di bahu kanan dan kiri jalan.

Setelah dilakukan pemasangan besi dan pengecoran, maka selanjutnya jalan alternatif simpang Marina tersebut di aspal sepanjang 6,59 kilo meter.

Bahkan Rodi menyebutkan. bahwa Lurah dan masyarakat setempat, sangat berharap agar perbaikan jalan ini, cepat dan segera dilakukan perbaikan, sehingga masyarakat dapat menikmati jalan yang lebih baik setelah penantian 15 tahun lamanya baru terealisasi,” Rodi menirukan.

Saat ini, kita sedang mengesa juga memasang rambu-rambu jalan, agar masyarakat yang melintasi jalan alternatif itu, tidak ada lagi yang terpeleset karena becek dan berlumpur, bahkan kita sudah menempatkan pekerja malam, untuk mengarahkan jalan bagi sipendara dimalam hari,” tutupnya.

Penulis : T.4z.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 61 kali.