Progres Jalan Trans Batubi-Klarik Natuna, Sudah Mencapai 43 Persen

Investigasi.co.id | Tanjungpinang – Membangun sebuah infrastruktur disebuah daerah Kepulauan merupakan suatu tantangan pekerjaan yang berat, apalagi dengan sebuah kondisi jalan yang curam dan daerah yang berbukitan, tentunya membutuhkan tenaga skil yang ahli maupun profesional, Senin (24/08/2020).

Disamping itu, hasil pekerjaan juga dituntut dengan kualitas yang dapat bertahan lama, agar anggaran yang dipergunakan sangatlah bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan.

Hadir nya dinas pekerjaan umum penataan ruang dan pertahanan (PUPR) provinsi kepulauan Riau, kini mampu mengubah satu daerah, yang memiliki ratusan pulau-pulau terpencil, dikepulauan Riau. Sehingga daerah kepulauan itu sendiri, merata dalam pembangunan dan dapat berkembang maju melalui berbagai infrastruktur yang terus dilakukan.

Bahkan sarana dan prasarana yang memadai, sangat di idamankan oleh masyarakat kepulauan, sehingga menjadi kebagaan sebagai warisan yang dapat dinikmati bagi anak cucu kita kedepan nya.

Apalagi saat ini, dinas pekerjaan umum penataan ruang dan pertanahan (pupr) provinsi Kepri sedang mengerjakan pembangunan peningkatan ruas jalan trans batubi-klarik kabupaten Natuna yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) APBD provinsi Kepri, dengan nilai kontrak sebesar Rp.33.599.808.000.00 miliar. Agar terlaksana nya demi suatu kemajuan daerah.

Untuk itu, Hadir nya dinas pekerjaan umum penataan ruang dan pertanahan (pupr) provinsi Kepri atas kinerja nya, membuat investigasi.co.id coba menemui Handoko.ST.MM. sebagai kepala seksi preservasi jalan dan jembatan, diruang kerja nya mengatakan.

“Jalan batubi-klarik sudah dikerjakan sejak tahun 2016 yang lalu dan berkelanjutan sampai tahun 2020 ini masih terus dikerjakan, adapun target lanjutan yang sudah dikerjakan, kini mencapai 8.92 kilo meter dengan lebar jalan 6 meter, sedangkan yang saat ini pihak (PUPR) lanjutkan lagi, 5.50 kilo meter dan yang belum dikerjakan 10.075 kilo meter, diperkirakan akan ada penambahan anggaran untuk penanganan nya hampir sebesar Rp.50.000.000.000 miliar,” ungkap nya.

Handoko menambahkan,”meski kita ketahui bersama bahwa saat ini provinsi Kepri dan bahkan diprovinsi lainya sedang mengalami peningkatan pandemi covid-19 yang mempengaruhi perekonomian saat ini, namun tidak menghentikan jalan yang dibangun sepanjang 28.27 kilo meter tersebut,”harap nya.

Dan kita berharap, pelaksanaan tersebut sesuai rencana dan dapat terealisasi dengan baik “tutup nya. (T.4z)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 28 kali.