Atlet Selam Kepri Perkuat PON Papua

Investigasi.co.id | Batam – Atlet Selam Provinsi Kepri belum pernah menyumpangkan medali di ajan multi event Pekan Olahraga Nasional (PON). Meskipun, Kepri merupakan provinsi yang baru tiga kali mengikuti PON. PON Pertama 2008 di Kalimantan Timur (Kaltim), PON Riau 2021 dan PON Jawa Barat (Jabar) 2016.

Untuk PON Papua 2021 mendatang, Selam hanya meloloskan satu atletnya. Ia adalah Jeruze Putra Sanderz, turun 50 meter dan 100 meter Surface Monofins kolam. Untuk kategori nomor laut, Kepri sama sekali tidak ada yang lolos. Ia merupakan atlet dari Batam.

Pelatih Selam dari POSSI Kepri Kurniawan Udi Basuki, menjelaskan di PON Papua nanti, Jeruze Putra Sanderz akan berhadapan dengan atlet SEA Games Vietnam atau atlet Pelatnas. Mereka dari Jawa Timur dan DKI Jakarta.

“Cukup berat, tapi kita tetap optimis bisa merebut medali, paling tidak medali perunggu,” kata Kurniawan Udi Basuki, yang akrab disapa Wawan, kemarin.

Kata Wawan, meskipun pandemi Covid-19, Jeruze Putra tetap latihan di kolam renang Harapan Utama Batamcentre. Mereka latihan kolam Senin, Selasa. Rabu mereka latihan fisik, Kamis dan Jumat latihan kolam dan Sabtu kembali latihan fisik. Minggu istirahat.

“Pandemi Covid-19, kita latihan tidak begitu maksimal, tapi kita tetap latihan dan tetap menjalankan aturan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sambung dia, dari 24 medali yang diperebutkan untuk putra dan putri, atlet Kepri hanya satu yang lolos, ini disebabkan karena minimnya peralatan yang dimiliki POSSI Kepri. Bahkan, atlet selam nyaris tidak ada lolos.

“Juruze Putra merupakan atlet Batam. Saat pra PON Kepri, KONI Batam yang memberangkatkan ke Pra PON.KONI Kepri saat itu masih transisi kepengurusan dari Jon Kennedy ke Usep RS,” ujarnya.

Sedangkan atlet asal Tanjungpinang, tidak bisa mengikuti Pra PON, karena terkendala biaya pengiriman atlet ke Pra PON di Surabaya, tahun lalu. “Mestinya, dua atlet kita lolos. Tapi, Pra PON dilanda pandemi-Covid 19, jadi atlet belum diketahui nasibnya, apakah lolos atau tidak, karena pertandingan belum semuanya selesai saat pra PON lalu,” ujarnya.

Untuk meningkatkan latihan, sambung dia KONI Kepri dalam waktu dekat ini, akan menyerahkan bantuan peralatan yang akan digunakan atlet untuk latihan.

“Bantuan peralatan atlet, menurut KONI Kepri dalam proses, tak lama lagi akan diserahkan,” ujarnya. Wawan berharap, pandemi COvid-19 segera sirnah dari muka bumi ini, dan atlet bisa kembali latihan seperti biasanya.

“Untungnya PON ditunda, kita memiliki persiapan yang matang. Bahkan ada beberapa daerah yang memiliki anggaran besar, justru mereka latihan rutin dan menggelar try out dengan atlet daerah lainnya,” ujarnya. (*/es)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 13 kali.