Adma : Keselamatan Anak Lebih Penting, Awal Belajar Tatap Muka

Investigasi.co.id | Tanjungpinang – Meski awal Januari 2021 mendatang, proses belajar tatap muka akan diberlakukan kembali seperti semula, Kepala Dinas Pendidikan kota Tanjungpinang, Adma Dinata S.pd Msi. mengingatkan, kita tak boleh gegebah, dan serta Merta untuk segera membuka proses belajar tatap muka ini, karena wabah covid-19 yang terus terjadi ditengah-tengah masyarakat, tentunya akan berdampak pada lingkungan sekitar kita, demikian disampaikan Admadinata melalui sambungan whatsapp. Selasa (1/12/2020).

Untuk itu, lanjut Adma. Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, masih terus melihat dengan kondisi, pada saat masa libur panjang di pertengahan bulan Desember ini, dan pada awal januari mendatang.

“Saat ini, Dinas Pendidikan sudah mengeluarkan surat edaran di seluruh sekolah, untuk diberlakukan sesuai dengan mekanisme standar operasional sekolah (SOP) yang kita terapkan.

Sehingga kondisi Pandemi covid-19 yang kita rasakan diseluruh daerah, cepat menurun dan segera reda, agar belajar tatap muka nantinya dapat kembali berjalan normal seperti biasanya,” harap Adma.

Memang Kemendikbud sudah merilis SKB 4 Mentri terbaru, bahwa Skb 4 Mentri terbaru itu, kalau kita bandingkan dengan SKB 4 Mentri yang lama, tentang hal yang sama, pertama.

Menyerahkan sepenuhnya, belajar tatap muka itu kepada, masing-Masing daerah.

Dan SKB 4 Mentri juga, tidak mencatumkan lagi bagaimana tentang rambu-rambu masuk sekolah, sedangkan dulu rambu-rambu masuk sekolah itu, apabila zona hijau atau zona kuning, sementara untuk zona orange atau merah itu dilarang. Pokoknya terserah daerahnya saja.

Selanjutnya, khusus Tanjungpinang, Januari nanti, pada semester genap menurut kalender, mulai belajar pada tanggal 4 Januari, akan tetapi Tanjungpinang tidak akan serta merta, juga tidak gegabah untuk menentukan masuk sekolah.

Apalagi kita tentukan sekarang, yang akan memasuki libur panjang, satu bulan lebih, dengan artian. dinas pendidikan harus menyesuaikan dengan kondisi tingkat ketertularan Covid-19 di Kota tanjungpinang.

Kenapa dinas pendidikan harus melihat kondisi seperti itu, karena keselamatan dan kesehatan warga sekolah itu yang utama.

“Benar, belajar itu hak anak, tetapi anak-anak juga berhak untuk selamat dan berhak untuk hidup sehat,”

Bahkan Presiden Republik Indonesia Jokowidodo, sudah beberapa kali menyampaikan, bahwa keselamatan rakyat itu adalah hukum tertinggi, maka Dinas Pendidikan sendiri, tidak bisa serta merta dan tidak gegabah menentukan dan membuka belajar tatap muka itu segera.

Apabila nantinya kondisi yang terinfeksi Covid-19 di Tanjungpinang sudah menurun, maka Dinas Pendidikan akan segera membuka, karena siswa, wali murid dan gurupun sudah rindu juga belajar tatap muka.

Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, libur idul Fitri itu ada korelasinya dengan penambahan jumlah yang tertular Covid-19, bahkan pada saat libur Maulid Nabi ada juga korelasinya dengan yang tertular, namun tidak menutup kemungkinan dengan pengalaman yang sudah masa libur panjang tersebut akan terjadi kembali, jika kita langsung masuk tatap muka pada tanggal 4 januari.

Jika keadaan Covid-19 sendiri sudah menurun, maka sekolah tatap muka akan segera dibuka kembali, dengan protokol kesehatan exrta ketat.

Bahkan, di setiap sekolah masing-masing akan diatur ruang belajar tatap muka, sesuai SOP nya. Selain itu, sekolah juga wajib menyediakan westafel tempat cuci tangan, sedangkan untuk mesin semprot disinfektan guna mensterilkan ruangan sekolah, pihak sekolah sudah terbelih dahulu menyiapkannya,” tutup Adma melalui tlpon WhatsApp nya.(T.4z)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 56 kali.