Mengintip Proses Produksi Film Animasi 3D Perang Hulu Riau

Investigasi.co.id | Tanjungpinang – Sudah tahu tentang film ‘Perang Hulu Riau’ film yang dibuat oleh Gurindam.MT Studio, Tanjungpinang ini sudah bisa dilihat trailer-nya di Youtube. Anda mungkin akan terpesona dengan visualisasi karakter serta nuansa kapal perang  di laut yang terlihat begitu hidup.

Sebagai latar belakang, film animasi 3D itu bercerita tentang Raja Haji Fisabilillah bin Daeng Celak seorang pahlawan bagi dua bangsa serumpun Indonesia dan Malaysia.  Dia lahir pada tahun 1725 di Kota Lama, Ulusungai, Riau.

Sejak muda Raja Haji diamanahkan untuk menjaga keamanan kesultanan Johor-Riau. Oleh sultan dia diangkat sebagai Engku Kelana, yang tugasnya menjaga keamanan dan keutuhan wilayah kekuasaan Riau.

Dia adalah sosok negarawan yang berwatak cerdas, peka dan pemberani. Dia juga ahli strategi perang laut, pandai berdiplomasi dan taat beragama. Raja Haji dengan cermat memperhatikan kelicikan dan keserakahan penjajah Belanda.

Ketika berkunjung ke Selangor pada 1757 ia terlibat perang dengan Belanda. Dalam perang itu, pahanya terluka terkena tikaman sangkur Belanda. Namun ia berhasil melindungi Selangor dari gangguan penjajah Belanda. Pada 6 Januari 1784, ia berhasil mengalahkan Belanda yang berupaya menyerang Pulau Penyengat.

Setelah kalah, pasukan penjajah Belanda lantas di Tarik ke Malaka dan pada 13 Februari 1784, bersama pasukan Kesultanan Selangor mereka menyerang Belanda yang berada di Malaka.

Pasukan Belanda saat itu mendapatkan bantuan dari Jacob Pieter van Braam yang sedianya disiapkan untuk berlayar menuju Maluku. Pertempuran bersejarah akhirnya meletus pada 18 Juni 1784, Antara pasukan kaum Muslimin melawan penjajah Belanda. Raja Haji Fisabilillah syahid dalam pertempuran tersebut.

Dalam cuplikannya, karakter Raja Haji yang terlihat detail serta para prajurit saat menyerang Belanda terlihat bagus. Apalagi efek bom dan laut salah satu visual efek untuk membuat film animasi 3D ini terlihat begitu nyata.

Semua itu, membutuhkan proses yang tidak singkat. Butuh ketelitian dan kerja keras untuk membuat film tersebut. Nah, hal itu terwujud berkat kecanggihan teknologi yang dipakai Gurindam.MT Studio membuat film Perang Hulu Riau.

Dalam pembuatan Film Perang Hulu Riau ini dibutuhkan waktu 2 bulan untuk pengerjaanya yang seharusnya butuh waktu 6 Bulan dalam pengerjaanya, tetapi berkat solitnnya tim dari Gurindam.MT Studio ini maka Film ini bisa diselesaikan. Film ini ditayangkan pada tanggal 6 Januari 2021 pada saat ulang tahun kota Tanjungpinang di channel Youtube.

Tahap awal dalam pembuatan film ini dilakukan story writing, dengan memilih cerita yang berasal dari buku, novel atau true story. Setelah menemukan ide cerita, produser akan memilih beberapa cerita tersebut untuk diteruskan ke dalam pembuatan.

Selanjutnya diteruskan ke storyboard dan animatic. Proses ini akan merubah cerita ke sebuah gambar pada secarik kertas. Usai itu dilanjutkan ke production design. Gambar yang tertuang dalam kertas akan dimasukan didesain dalam komputer dan menambahkan elemen penting yang berhubungan dengan cerita tersebut.

Proses dilanjutkan ke tahap modelling. Pada proses ini, karakter akan dilengkapi ke objek sebuah model. Ya, proses ketelitian sangat diperlukan, karena detail mata, kuping sampai wajah harus melewati proses ini. Lalu akan dilanjutkan ke tahap shading dan texsturing. Proses ini menampilkan objek 3D dengan mewarnai serta efek-efek agar terlihat nyata.

Tahap selanjutnya adalah rigging. Proses ini bisa diartikan sebagai penulangan. Hal itu berfungsi untuk menggerakkan objek melalui tulang tersebut. Selanjutnya adalah layout. Dalam tahap ini, akan ditentukan sudut pengambilan kamera dalam film animasi tersebut.

Tahap selanjutnya ialah animation. Dalam proses ini akan disempurnakan gerakan tangan, kedipan mata, cara mulut berbicara dan gerakan kaki. Setelah itu, proses akan dilanjutkan ke tahap lighting. Para murid yang mengerjakan ini akan mengatur dan meningkatkan adegan melalui warna dan nada pada karakter.

Usai itu, tahap dilanjutkan ke visual effects. Pada tahap ini akan dibuatkan sebuah efek yang terlihat realitis.  

Tahap selanjutnya ialah rendering. Proses ini adalah proses akhir dari keseluruhan proses animasi komputer. Dalam rendering, semua data-data yang sudah di input, seperti animasi, texturing, pencahayaan akan diterjemahkan dalam sebuah bentuk output.

Selain itu akan dilanjutkan ke proses compositing. Proses ini menggabungkan elemen visual dari berbagai sumber untuk menjadi pilihan tertentu atau satu gambar. Tahap selanjutnya ialah color grading. Pada proses ini akan diperbaiki dan menyesuaikan tampilan keseluruhan film tersebut.

Proses selanjutnya adalah sound designing dan film scoring. Pada tahap ini akan dibuatkan pula efek-efek suara yang diinginkan. Selanjutnya masuk ke tahap foley dan dubbing. Karakter pada film akan dibuatkan efek suara, seperti suara karakter animasi, kapal, laut dan gerakan tubuh.

Terakhir akan dilanjutkan ke proses audio mixing dan audio laydown. Data yang masuk dalam audio akan disempurnakan untuk film tersebut.

Nah, dari rangkaian pembuatan film Perang Hulu Riau bisa dibayangkan ada proses yang panjang dan ketelitian dalam membuat animasi 3D. (edi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 45 kali.