Ini 3 Kebijakan Afirmasi Mendikbud untuk Guru Honorer dalam Rekrutmen PPPK

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberikan kebijakan afirmasi bagi guru-guru honorer yang akan ikut dalam rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Kebijakan afirmasi dalam rekrutmen PPPK ini berkaitan dengan usia, pengalaman kerja, serta sertifikat pendidik (serdik).

Menurut Nadiem, pemberian afirmasi ini berdasarkan masukan dari berbagai kalangan yang meminta ada penghargaan khusus terhadap guru-guru honorer.

“Kami memberikan kebijakan afirmasi dalam seleksi guru PPPK, salah satunya karena pertimbangan pengalaman mengajar,” kata Mendikbud Nadiem dalam rapat kerja Komisi X DPR RI, Rabu (10/3).

Pengalaman kerja (mengajar) itu menurut Nadiem harus ada nilainya, dan dihargai. Sebab, belum tentu bisa dinilai melalui tes.

Adapun tiga kebijakan afirmasi dalam rekrutmen guru PPPK adalah:

1. Ujian seleksi pertama hanya untuk guru honorer di sekolah negeri masing-masing. Sedangkan ujian seleksi kedua dan ketiga terbuka untuk semua guru honorer.

“Ujian seleksi pertama Agustus, kedua Oktober, ketiga Desember 2021,” kata Mendikbud Nadiem.

2. bonus poin untuk passing grade, terdiri dari:

a. Para peserta dengan usia 40 tahun ke atas terhitung saat pendaftaran dan berstatus aktif selama 3 tahun terakhir mendapatkan bonus nilai kompetensi teknis sebanyak 75 poin atau 15 persen dari nilai maksimal 500 poin.

b. Para peserta penyandang disabilitas mendapatkan bonus nilai kompetensi teknis sebanyak 50 poin atau 10 persen dari nilai maksimal 500 poin.

3. Para peserta (guru honorer) yang sudah memiliki serdik mendapatkan nilai penuh pada tes kompetensi teknis atau 100 point.

“Namun guru yang punya serdik ini tetap perlu lulus tetap perlu lulus passing grade untuk tes manajerial, sosiokultural dan wawancara,” ungkap Mendikbud Nadien Makarim. (*/es)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 194 kali.