Kadis Pariwisata Buralimar Sambut Kedatangan Atlet Panahan Dari Berbagai Provinsi di Batam

Para atlet nasional panahan dan atlet lainnya dari berbagai provinsi di tanah air, mulai berdatangan ke Batam, melalui Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (23/6/2021).

Mereka disambut Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Kepri Buralimar mewakili Gubernur Kepri H Ansar Ahmad. Ia didampingi Ketua Perpani Kepri Abdul Razak didampingi pengurus lainnya.

Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (Perpani) Kepri bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI akan menggelar Kepri Field Archery Menpora RI Championship 2021.

Event nasional yang digelar pertama di Kepri digelar di lapangan golf Palm Spring Nongsa Batam, mulai digelar 24-27 Juni mendatang. Bahkan event panahan pertama di Indonesia yang di gelar di lapangan Golf.

Kadis Pariwisata Kepri Buralimar, berharap semoga event ini sebagai titik awal kick off pariwisata di Batam, khususnya di kawasan Nongsa sebagai salah satu pintu masuk bagi wisatawan mancanegara.

“Kita harap event panahan kelas nasional bisa menarik perhatian wisman yang ada di Singapura dan pintu keluarnya dibuka kembali ke Batam khususnya Nongsa.
Ini menyambut apa yang disampaikan pemerintah pusat
agar Bali, Batam dan Bintan sebagai pintu masuk wisman agar bergairah semangat kembali,” kata Buralimar, Kamis (24/6/2021).

Kepri Field Archery Menpora RI Championship 2021, dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali didampingi Gubernur Kepri H Ansar Ahmad dan Ketua Pengprov Perpani Kepri Abdul Razak.

Event berkelas nasional ini diikuti 15 provinsi, yakni Kepri sendiri tuan rumah, atlet dari Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara.

Ada sebanyak 96 atlet panahan dari 15 provinsi di tanah air akan menguji kemampuan memanah di daratan yang berbukit, berpasar dan daerah danau.

Ketua Perpani Kepri Abdul Razak mengatakan target peserta adalah 96 atlet, namun hingga kemarin sudah ada 105 atlet yang mendaftar. Kata dia, event nasional ini berlangsung tiga hari ini, dua hari merupakan babak kualifikasi dan satu hari babak eliminasi. Para atlet akan memiliki 24 target panahan per harinya dan 3 arrow per target.

“Atlet panahan memiliki tantangan tersendiri karena medannya lapangan yang miring, bukit, pasir dan danau,” ujarnya.

Kepri sendiri sebagai tuan rumah, menurunkan 25 atlet terbaiknya. Kepri sengaja mengirimkan atlet terbanyak, agar kesempatan untuk mengukur kemampuan dengan atlet panahan dari daerah lainnya.

“Atlet panahan Kepri, event nasional ini merupakan tantangan untuk menunjukan kemampuannya,” ujarnya. Kata dia, dengan digelar event di Batam, tidak hanya membangkitkan semangat atlet panahan Kepri, untuk bersaing dengan pemanah dari daerah lainnya.

Tapi, tentu dampak lainnya event nasional digelar di Batam, sektor pariwisata domestik tentu bergairah. “Ada 15 provinsi termasuk Kepri, atletnya berlaga di Batam. Tentu beberapa hotel di Batam terisi oleh tamu-tamu atlet dari luar Kepri,” ujarnya.

“Semuanya tetap mengutamakan protokol kesehatan. Salah satu alasan kenapa kita gelar di lapangan golf. Selain untuk memberikan tantangan tersendiri bagi atlet panahan, karena medannya miring, berpasir dan danau, karena juga masih pandemi Covid-19,” ujarnya.(*/sp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 30 kali.