Masyarakat di Hiterland Masih Banyak Belum Menikmati Listrik, Kenapa?

Gubernur Ansar Nyalakan Listrik Desa di Anambas

Kepri sebagai daerah Kepulauan yang wilayahnya lautnya 96 persen dan daratnya 4 persen, memiliki tantangan sendiri bagi kepala daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di daerah hiterland.

Masih banyak masyarakat yang tinggal di hiterland belum menikmati jaringan listrik dari pemerintah, bahkan masyarakat ada yang gotong royong membeli mesin genset, agar wilayahnya terang pada malam hari, meskipun tidak bisa menyala 24 jam, karena biaya BBM mahal. Walaupun Indonesia sudah merdeka 75 tahun.

Kini, program Gubernur H Ansar Ahmad menerangi Kepulauan Riau menyasar Kabupaten Kepulauan Anambas. Dua desa di wilayah terluar Anambas dapat sentuhan penerangan melalui Program Penyalaan Listrik Desa Tahap Kedua Tahun 2021 Kepulauan Riau.

“Alhamdulillah Desa Keramut dan Desa Impol kini telah bisa menikmati terangnya listrik,” kata Gubernur Ansar saat meresmikan Penyalaan Desa Berlistrik Kepulauan Riau di Desa Keramut Kecamatan Jemaja Barat Kabupaten Anambas, Rabu (23/6) petang.

Setelah beraktivitas di Tanjungpinang dan Batam, hingga Jumat (25/6), Gubernur Ansar dipadatkan dengan berbagai agenda di kabupaten terbungsu ini. Di Tanjungpinang, Rabu pagi, Gubernur Ansar melantik sejumlah pejabat di Gedung Daerah. Sebelum bertolak ke Anambas, Gubernur Ansar menerima kunjungan silaturahmi SKK Migas. Hadir juga perwakilan Medco EP dan Premier Oil dalam pertemuan di VIP Bandara Hang Nadim itu.

Di Desa Keramut, Gubernur Ansar menyampaikan kehadirannya memang khusus untuk menyalakan listrik. Mulai menyalanya listrik di desa ini diharapkan semakin meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Dengan penyalaan listrik ini, saya berharap dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat. Baik untuk meningkatkan semangat belajar anak-anak kita, dan juga membantu meningkatkan usaha warga,” kata Gubernur Ansar.

Peresmian ini merupakan program Penyalaan Listrik Desa Tahap Kedua Tahun 2021 kerjasama Pemerintah Provinsi dan PLN Riau Kepri. Progam ini menyasar wilayah pedesaan.

Untuk tahap kedua ini ada 11 desa di seluruh wilayah Kepri. Masing-masing tujuh desa di Kabupaten Lingga, dua desa di Karimun dan dua desa di Anambas. Untuk Lingga dan Karimun juga sudah dinyalakan.

Untuk Desa Keramut dan Impol, memang saat ini waktu nyalanya masih lima jam. Pelan-pelan, kata Gubernur Ansar, durasi nyalanya akan semakin lama.

“Saya minta ke PLN untuk bisa menyalakan lampu menjadi 14 jam. Agar sama dengan yang ada di Kabupaten Lingga dan Karimun,” kata mantan Bupati Bintan ini.

Di Desa Keramut saat ini dari 120 Kepala Keluarga (KK) listrik sudah tersambung dan menyala di 100 KK. Sisanya 20 KK dalam proses penyambungan. Sementara di Desa Impol dari 90 KK, sudah ada 30 KK yang telah tersambung dan menikmati listrik. Sisanya segera disambung.

Selain meresmikan penyalaan listrik, saat itu juga diserahkan bantuan paket sembako untuk masyarakat di Keramut dan Impol. Masing – masing 120 paket dan 90 paket sembako.

Bupati Anambas Abdul Haris bersyukur karena dua desa di wilayah terluar Indonesia telah dialiri listrik. Saat ini, masih ada sembilan desa lagi di wilayah terluar sekaligus perbatasan.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa terwujud,” Abdul Haris berharap.

Sementara itu Senior Manager Niaga PLN Riau Kepri Haris Handika juga menyampaikan rasa syukurnya karena bisa menyalakan dua desa di Kabupaten Anambas.(*/sp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel ini telah dilihat : 32 kali.