CCTV Dipertanyakan! Kuasa Hukum Desak Polisi Bongkar Kejanggalan Rekaman Dugaan Bullying SD Santa Maria

Hukum753 Dilihat

Investigasi.co.id, CIREBON — Kasus dugaan perundungan terhadap siswa SD Santa Maria Cirebon kini memasuki proses penanganan kepolisian. Perkara tersebut telah dilaporkan secara resmi melalui LP/B/561/IX/2026/SPKT/POLRES CIREBON KOTA/POLDA JAWA BARAT.

Seiring laporan tersebut, korban juga telah menjalani pemeriksaan visum di RSD Gunung Jati Cirebon atas rekomendasi kepolisian. Adapun hasil visum masih menjadi bagian dari proses pembuktian dan ditunggu untuk melengkapi penanganan perkara.

Di tengah proses tersebut, rekaman CCTV menjadi salah satu bukti yang dinilai penting untuk diperiksa secara menyeluruh.

Kuasa hukum korban, Furqon Nurzaman, mendesak kepolisian tidak hanya memeriksa keterangan para pihak, tetapi juga memastikan kondisi CCTV pada waktu dan lokasi yang berkaitan dengan dugaan kejadian.

Vendor CCTV Juga Perlu Diperiksa

Jika terdapat rekaman yang terputus, tidak tersedia, berubah, atau menimbulkan kejanggalan, menurut kuasa hukum, kondisi tersebut perlu ditelusuri secara objektif melalui pemeriksaan teknis.

Karena itu, vendor atau teknisi CCTV dinilai perlu dimintai keterangan untuk menjelaskan apakah kamera aktif saat kejadian, kamera mana yang merekam lokasi, apakah rekaman masih tersimpan, apakah sistem pernah mengalami gangguan, serta siapa yang memiliki akses terhadap rekaman.

Termasuk memastikan apakah rekaman yang diberikan merupakan rekaman utuh atau telah mengalami pemotongan.

Jangan Biarkan Bukti CCTV Menjadi Titik Gelap.

Dalam perkara dugaan perundungan terhadap anak, seluruh alat bukti yang berpotensi menerangkan kejadian perlu diuji secara objektif.

Jika rekaman ada, periksa. Jika tidak ada, telusuri penyebabnya. Jika terputus, cari tahu alasan teknisnya.

Begitu pula dengan hasil visum korban. Pemeriksaan medis tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembuktian dan dikaitkan dengan bukti lain, termasuk keterangan saksi serta rekaman CCTV.

Dengan laporan polisi yang telah dibuat dan pemeriksaan visum yang telah dijalani, kini perhatian tertuju pada langkah penyidik dalam mengurai perkara tersebut secara terang.

Fakta harus diuji dengan bukti. CCTV harus diperiksa, hasil visum harus ditelusuri, dan seluruh keterangan harus diuji secara objektif.

Sebab, satu rekaman yang utuh dapat menjadi potongan penting untuk menguji kronologi sebenarnya.

Biarkan bukti berbicara. Jangan sampai CCTV justru menjadi titik gelap dalam perkara yang sedang diproses.Kalau Anda punya status terbaru laporan (misalnya masih tahap penyelidikan, sudah penyidikan, atau sudah ada pemanggilan saksi), saya bisa masukkan secara lebih tegas tanpa berisiko salah menyebut status hukumnya.

RU