ACARA KHAUL DI BENDA KEREP DINODAI AKSI PENCURIAN, DUA JAMAAH ASAL MAJALENGKA KEHILANGAN HP DALAM MUSHOLA

Hukum614 Dilihat

investigasi.co.id, CIREBON – Suasana religius dalam rangkaian acara Khaul yang setiap tahun digelar di Kampung Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, tercoreng oleh aksi kriminal pencurian yang menimpa dua jamaah asal Kabupaten Majalengka pada Sabtu malam, 30 Mei 2026.

Peristiwa yang terjadi di area Teras Mushola Bantar tersebut menjadi perhatian banyak pihak karena berlangsung di tengah kegiatan keagamaan yang seharusnya dipenuhi suasana khusyuk, aman, dan penuh ketenangan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, kedua korban saat itu tengah menunggu suami mereka yang sedang mengikuti rangkaian acara Khaul. Keduanya duduk di teras mushola dan diketahui hanya terdapat seorang wanita paruh baya yang berada tidak jauh dari posisi mereka.

Karena kelelahan, kedua korban kemudian tertidur. Saat terbangun, mereka mendapati dua unit telepon genggam milik mereka telah hilang. Kepanikan pun terjadi ketika upaya pencarian awal tidak membuahkan hasil.

Di tengah kebingungan para korban, seorang nenek yang berada tidak jauh dari lokasi sebenarnya menyaksikan langsung dugaan aksi pencurian tersebut. Namun karena merasa takut, saksi tersebut tidak segera menyampaikan apa yang dilihatnya.

Menurut pengakuan saksi, ia melihat seorang wanita mengambil telepon genggam milik kedua korban yang sedang tertidur, kemudian memasukkannya ke dalam tas yang dibawanya.

Situasi mulai menemukan titik terang ketika dua warga Argasunya, Harun dan Andri, yang kebetulan melintas, melihat kedua korban menangis dan kebingungan akibat kehilangan barang berharga mereka. Setelah mendengar penjelasan korban bahwa sebelum ponsel hilang hanya ada seorang wanita yang berada di sekitar lokasi, keduanya berinisiatif melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan wanita tersebut.

Dari pemeriksaan itu ditemukan dua unit telepon genggam yang diduga merupakan milik para korban. Temuan tersebut langsung mengundang perhatian warga yang berada di sekitar lokasi.

Melihat barang bukti telah ditemukan, saksi mata yang sebelumnya memilih diam akhirnya memberanikan diri menyampaikan apa yang ia saksikan. Kesaksian tersebut semakin menguatkan dugaan keterlibatan wanita tersebut dalam aksi pencurian.

Pelaku yang diketahui tidak membawa identitas diri berupa KTP sempat berulang kali membantah dan bersumpah tidak melakukan perbuatan tersebut. Namun setelah barang bukti ditemukan dan keterangan saksi disampaikan, ruang untuk mengelak semakin sempit.

Tidak lama kemudian, suami dari wanita yang diduga sebagai pelaku tiba di lokasi. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui istrinya kedapatan membawa beberapa telepon genggam. Bahkan, menurut keterangannya, ia tidak mengetahui bahwa istrinya memiliki hingga tiga unit ponsel.

Dari perkembangan di lokasi, dua unit telepon genggam lainnya diduga merupakan hasil tindak pencurian yang belum diketahui pemiliknya. Dugaan tersebut kini menjadi bagian dari proses pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Untuk menghindari kerumunan massa yang semakin banyak dan mencegah terjadinya tindakan anarkis yang dapat mengganggu jalannya acara ibadah Khaul, wanita tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke lokasi lain sebelum selanjutnya diserahkan kepada aparat kepolisian guna menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindak kriminal dapat terjadi di mana saja, bahkan di tengah kegiatan keagamaan yang sakral sekalipun. Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap barang-barang berharga yang dibawa serta tidak lengah meskipun berada di lingkungan yang dianggap aman.

Selain menjadi catatan bagi aparat keamanan dan panitia penyelenggara kegiatan keagamaan, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya keberanian saksi untuk segera melaporkan tindakan kriminal yang disaksikan guna mencegah kerugian yang lebih besar dan mempercepat proses penegakan hukum.

“Tempat ibadah dan kegiatan keagamaan seharusnya menjadi ruang yang menghadirkan rasa aman dan ketenangan. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga di mana pun berada.

– NIKO –