Mahasiswa KKN UNPAD Bandung menambah Semangat Perubahan Warga Bongas

Investigasi.co.id – Bongas Indramayu, – Selama 24 hari terakhir, Desa Bongas menjadi saksi hadirnya semangat baru melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) NIRAKARSA mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) 2026. Enam belas mahasiswa lintas fakultas mulai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Ilmu Budaya (FIB), Hukum (FH), Ilmu Komunikasi (FIKOM), Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Pertanian (FAPERTA), Farmasi, Kedokteran (FK), hingga Kedokteran Gigi (FKG) bersatu memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat setempat.

Koordinator KKN, Ressa Muhammad (FIKOM), menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas pengabdian singkat, tetapi merupakan upaya membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengelola kehidupan sehari-hari. “Kami ingin meninggalkan jejak positif, agar masyarakat tetap dapat menerapkan ilmu yang kami bagikan setelah kami kembali ke kampus,” ujarnya.

Program-program yang dijalankan pun menyasar kebutuhan riil masyarakat: pengelolaan sampah, pencegahan pernikahan dini, penguatan UMKM, hingga edukasi tentang bahaya pergaulan bebas. Di SMAN 1 Bongas, mahasiswa menyampaikan sosialisasi tentang dampak negatif pergaulan bebas dan pernikahan dini, sekaligus mendorong generasi muda untuk menunda perkawinan dan fokus pada pendidikan.

Di sektor lingkungan, mahasiswa memperkenalkan konsep daur ulang sampah organik menjadi pupuk. Masyarakat antusias mengikuti edukasi ini, mulai menyiapkan tempat sampah di rumah dan mengelola sampah mereka secara mandiri. Sementara itu, dalam bidang ekonomi, UMKM desa mendapat dorongan nyata melalui pelatihan keterampilan seperti menjahit, kerajinan tangan, dan montir. Tak hanya itu, untuk mengatasi kendala modal, Bank BJB dihadirkan untuk memberikan edukasi permodalan kepada pelaku usaha kecil, membuka peluang agar UMKM lebih berkembang dan mandiri.

Sekretaris Desa Bongas, Yossy Augustian, menekankan bahwa kehadiran mahasiswa membawa perubahan nyata dalam pola pikir masyarakat. “Masyarakat mulai menyadari pentingnya pengelolaan sampah, merencanakan usaha secara lebih sistematis, dan memahami dampak pernikahan dini. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi mulai beraksi,” ujarnya. Ia menambahkan, interaksi yang hangat antara mahasiswa dan warga menciptakan kultur baru: warga belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman.

Dampak positif ini juga didukung oleh pemerintah kecamatan. Deddy Irawan, S.Sos., M.AP., menyampaikan apresiasi tinggi kepada UNPAD atas kontribusi mahasiswa. Menurutnya, program ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun masyarakat yang sadar hukum dan sosial. “Kami berharap inovasi yang telah dilaksanakan bersama pemerintah desa dapat terus dikembangkan, sehingga Desa Bongas bisa menjadi desa yang maju, sejahtera, dan menjadi contoh bagi desa lain,” jelasnya.

Meski durasi KKN hanya satu bulan, hasilnya sudah mulai terlihat : masyarakat menunjukkan kesadaran baru, generasi muda lebih berhati-hati, dan pelaku UMKM mulai menata usahanya lebih rapi. Menutup pernyataannya, Sekretaris Desa Bongas berharap agar KKN ke depan dapat diperpanjang minimal tiga bulan. “Satu bulan terasa terlalu singkat. Saat masyarakat mulai semangat berubah, mahasiswa sudah harus kembali. Dengan waktu lebih lama, dampak yang dihasilkan bisa lebih mendalam dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kehadiran mahasiswa UNPAD di Desa Bongas bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi telah menjadi percikan perubahan yang nyata, mendorong kesadaran lingkungan, kemandirian ekonomi, dan kesehatan sosial. Desa Bongas kini menjadi contoh bagaimana kolaborasi akademik dan masyarakat dapat menciptakan kehidupan yang lebih maju, berdaya saing, dan harmonis.

Mohamad Saifulloh

Relevansi

Jangan Lewatkan