KH ADIB ROFIUDDIN IZZA WAFAT, UMMAT KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK DAN PENJAGA TRADISI PESANTREN

Peristiwa934 Dilihat

investigasi.co.id CIREBON – Kabar duka menyelimuti keluarga besar pesantren, Nahdlatul Ulama, dan masyarakat Cirebon. Ulama kharismatik sekaligus sesepuh Pondok Buntet Pesantren, KH Adib Rofiuddin Izza, wafat pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.

Kepergian KH Adib Rofiuddin Izza menjadi kehilangan besar bagi dunia pesantren dan warga Nahdliyin di seluruh Indonesia. Sosok yang dikenal sederhana, alim, dan konsisten menjaga tradisi keilmuan pesantren itu selama hidupnya mendedikasikan diri untuk membina umat, mencetak generasi santri, serta memperkuat peran keagamaan di tengah masyarakat.

Jenazah almarhum diberangkatkan dari Jakarta menuju kediaman keluarga di Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga besar Buntet Pesantren. Ribuan pelayat dari berbagai daerah memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ulama yang selama puluhan tahun menjadi panutan umat.

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, pejabat negara, hingga masyarakat umum. Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam prosesi pelepasan jenazah di Jakarta, di antaranya Ahmad Muzani, Yahya Cholil Staquf, serta Listyo Sigit Prabowo.

Semasa hidupnya, KH Adib Rofiuddin Izza dikenal sebagai salah satu ulama berpengaruh di lingkungan Nahdlatul Ulama. Beliau pernah mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PBNU dan Mustasyar PBNU, posisi yang menunjukkan kepercayaan besar organisasi terhadap kapasitas keilmuan dan kebijaksanaan beliau dalam membimbing umat.

Lahir di Cirebon pada 28 Agustus 1965, KH Adib tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kuat. Pendidikan agama ditempuh sejak usia dini di Buntet Pesantren sebelum melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan memperdalam kajian keislaman di berbagai lembaga pendidikan pesantren. Kiprahnya menjadikan beliau salah satu figur sentral dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia.

Wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan santri, tetapi juga meninggalkan warisan pemikiran, keteladanan, serta pengabdian yang akan terus dikenang oleh masyarakat. Banyak pihak menilai kepergian beliau merupakan kehilangan besar bagi dunia pendidikan pesantren dan perjuangan dakwah Islam moderat di Indonesia.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.”

– NIKO –