Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tuai Sorotan, PLN Akui Masalah Gangguan PLTU dan Pasokan Batu Bara 

Peristiwa1034 Dilihat

investigasi.co.id, JAKARTA – Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir memicu keluhan masyarakat, dunia usaha, hingga perhatian kalangan legislatif. Gangguan yang terjadi di tengah aktivitas ekonomi dan pelayanan publik tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai ketahanan sistem kelistrikan nasional serta kesiapan PLN dalam menjaga pasokan energi di pulau dengan konsumsi listrik terbesar di Indonesia.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan mengungkap bahwa pemadaman bergilir dipicu oleh dua persoalan utama yang terjadi secara bersamaan, yakni terganggunya pasokan batu bara berkalori menengah untuk sejumlah PLTU serta gangguan teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar yang keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

Menurut PLN, berkurangnya pasokan daya dari pembangkit menyebabkan cadangan sistem menipis sehingga dilakukan pengaturan beban atau pemadaman bergilir untuk menjaga stabilitas jaringan dan mencegah gangguan yang lebih luas.

Daerah-daerah Terdampak

Berdasarkan laporan dari berbagai unit pelayanan PLN dan keluhan masyarakat yang beredar luas, pemadaman bergilir terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa, antara lain:

Kota Bandung

Kota Cimahi

Kabupaten Bandung

Kabupaten Sumedang

Kabupaten Garut

Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Cianjur

Kota dan Kabupaten Sukabumi

Kabupaten Karawang

Kabupaten Purwakarta

Kabupaten Bekasi

Kota Bekasi

Kabupaten Bogor

Kota Bogor

Kota Depok

Kabupaten Cirebon

Kota Cirebon

Kabupaten Indramayu

Sejumlah wilayah Banten

Wilayah Jawa Tengah

Daerah Istimewa Yogyakarta

Sejumlah wilayah Jawa Timur

Di Jawa Timur, PLN menyebut durasi pemadaman bergilir rata-rata berlangsung antara dua hingga empat jam selama proses penyesuaian sistem dan pemulihan pasokan daya.

Pemadaman yang terjadi secara luas juga mendapat sorotan dari Komisi VI DPR RI. Sejumlah anggota DPR menilai penjelasan yang disampaikan PLN kepada publik masih belum sepenuhnya menjawab keresahan masyarakat terkait penyebab dan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Kalangan pengusaha pun dikabarkan mulai mengkhawatirkan dampak pemadaman terhadap aktivitas industri, produksi, serta pelayanan usaha yang bergantung pada pasokan listrik stabil.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, dikabarkan telah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan pasokan batu bara ke pembangkit kembali normal dan mendorong percepatan pemulihan sistem. Pemerintah berharap tidak ada lagi pemadaman bergilir yang merugikan masyarakat maupun dunia usaha.

PLN sendiri menyatakan tengah mempercepat penyaluran batu bara ke sejumlah PLTU strategis di Jawa, termasuk PLTU Suralaya, PLTU Indramayu, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Paiton, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan beberapa pembangkit besar lainnya. Selain itu, tim teknis juga diterjunkan untuk memperbaiki dua PLTU yang mengalami gangguan agar segera kembali beroperasi penuh.

Hingga Minggu (21/6/2026), PLN belum mengumumkan jadwal pasti berakhirnya pemadaman bergilir di seluruh Pulau Jawa. Namun perusahaan memastikan proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap dan menargetkan sistem kembali normal setelah pasokan batu bara serta operasional pembangkit yang terganggu pulih sepenuhnya.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa ketergantungan besar terhadap pembangkit berbahan bakar batu bara masih menyisakan tantangan serius bagi keandalan sistem kelistrikan nasional. Publik kini menunggu langkah konkret PLN dan pemerintah untuk memastikan gangguan serupa tidak kembali terjadi, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat dan industri di Pulau Jawa.

RED