Investigasi.co.id – Indramayu, 16 Maret 2026 – Pelaksanaan pelayanan kesehatan tradisional bagi pemudik di Kabupaten Indramayu memunculkan sorotan tajam. Sejumlah terapis yang tergabung dalam Penyehat Tradisional (HATTRA) Indramayu mengaku tidak mendapatkan dukungan logistik dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, khususnya bidang Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad).
Padahal para terapis tersebut saat ini berjaga di Posko Mudik UPPKB Jembatan Timbang Losarang untuk memberikan layanan terapi kesehatan tradisional gratis bagi para pemudik selama arus mudik Lebaran 2026.
Ironisnya, di tengah tugas pelayanan kemanusiaan tersebut, para relawan justru harus menanggung sendiri kebutuhan operasional pribadi, termasuk biaya makan untuk berbuka puasa dan sahur selama bertugas.

Fakta ini merujuk pada hasil rapat koordinasi yang digelar pada 3 Maret 2026, di mana pihak Yankestrad Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu mempersilakan anggota HATTRA untuk mendaftar sebagai petugas pelayanan kesehatan tradisional di posko mudik tersebut.
Namun dalam rapat yang sama juga disampaikan bahwa Dinas Kesehatan tidak dapat memberikan kontribusi dalam bentuk apapun kepada para terapis yang bertugas.
Alasan yang disampaikan adalah efisiensi anggaran.
Kondisi tersebut memunculkan kritik dari sebagian relawan kesehatan tradisional. Pasalnya, mereka menilai pemerintah daerah seharusnya tetap memberikan dukungan minimal terhadap tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam pelayanan masyarakat, terlebih pada momentum penting seperti arus mudik Lebaran.
Salah satu terapis yang sudah beberapa berjaga di posko Losarang menyebutkan bahwa para relawan tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab meskipun tanpa dukungan logistik dari instansi terkait.
“Kami tetap menjalankan pelayanan karena ini bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Namun sangat disayangkan jika relawan yang membantu pelayanan publik justru harus membiayai semua kebutuhan sendiri,” ujarnya.

Para terapis HATTRA menilai keberadaan layanan kesehatan tradisional di posko mudik sangat membantu para pemudik yang mengalami kelelahan perjalanan, pegal otot, hingga gangguan kebugaran akibat perjalanan jauh.
Namun minimnya dukungan dari instansi terkait dinilai berpotensi melemahkan semangat relawan kesehatan tradisional yang selama ini turut membantu pelayanan masyarakat.
Sejumlah pihak bahkan mulai mempertanyakan sejauh mana komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dalam membina dan memberdayakan tenaga kesehatan tradisional, jika dalam kegiatan pelayanan publik seperti mudik Lebaran saja para relawan harus bekerja tanpa dukungan.
Para relawan berharap ke depan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, khususnya Yankestrad, dapat melakukan evaluasi serius terhadap kebijakan tersebut agar kegiatan pelayanan kesehatan tradisional dapat berjalan lebih optimal dan mendapat dukungan yang layak.
Hisam






