INVESTIGASI.CO.ID – Cirebon 28 NOVEMBER 2025. Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, mendadak menjadi pusat perhatian setelah beredarnya sebuah video yang memperlihatkan ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) puja tera, melontarkan pernyataan yang dianggap menghina profesi wartawan secara terang-terangan.
Dalam rekaman itu terdengar jelas ketua paguyuban yang bernama OMO menyebut “wartawan itu preman” sebuah ucapan yang bukan hanya tidak pantas, tetapi juga dianggap sebagai serangan frontal terhadap marwah dan kehormatan insan pers Indonesia.
Tidak membutuhkan waktu lama, video tersebut menyulut reaksi keras dari berbagai elemen jurnalis. Komunitas pers di Cirebon langsung mengecam pernyataan itu sebagai tindakan yang.
merendahkan profesi wartawan,
mengaburkan fakta tentang tugas pers,
serta menyesatkan masyarakat mengenai peran media.
Wartawan bekerja berdasarkan UU Pers, bukan premisme. Ucapan itu keterlaluan. Kami tidak tinggal diam,” tegas salah satu anggota komunitas pers yang turut mengecam.
DI TENGAH SURAT UNDANGAN RESMI, MALAH LAHIR PERNYATAAN BURUK
Beredarnya video ini bersamaan dengan beredarnya surat undangan rapat resmi Paguyuban PKL Puja Tera tertanggal 9 September 2025.
Padahal, dalam undangan itu tertulis bahwa pembahasan akan berfokus pada kemajuan paguyuban, keuangan, dan agenda penting lainnya.
Namun, pernyataan yang muncul di video justru mencoreng citra paguyuban dan menimbulkan tanda tanya besar tentang kualitas kepemimpinan di dalamnya.
Komunitas pers menegaskan bahwa pihak paguyuban wajib segera mengeluarkan pernyataan resmi,
memberikan klarifikasi terbuka,
serta mengoreksi diri atas ucapan yang dijatuhkan kepada profesi wartawan.
Kami memilih diam selama ini, tetapi jika profesi kami direndahkan, kami akan berdiri paling depan,” ungkap salah satu jurnalis senior.
Publik kini menunggu langkah dari Pemerintah Desa Weru Lor.
Apakah mereka akan meminta klarifikasi?
Apakah akan dilakukan pemanggilan terhadap ketua paguyuban?
Atau justru membiarkan konflik ini semakin meruncing?
Yang jelas, ucapan kontroversial dalam video tersebut telah menodai hubungan PKL dan pers, dan membuat Desa Weru Lor memasuki babak baru sorotan publik.
(to)








