MAHASISWA GUNCANG BUNDARAN HI DESAK PEMERINTAH HENTIKAN PEMBOROSAN MENUJU INDONESIA BANGKRUT

Peristiwa1200 Dilihat

investigasi.co.id, JAKARTA – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Dengan mengusung tema “Menuju Indonesia Bangkrut”, massa aksi melayangkan kritik keras terhadap kebijakan ekonomi dan tata kelola pemerintahan yang dinilai semakin menjauh dari kepentingan rakyat.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti meningkatnya beban ekonomi masyarakat di tengah tingginya harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), sementara pemerintah dinilai terus menjalankan berbagai program yang menguras anggaran negara. Mereka menegaskan bahwa kondisi tersebut berpotensi memperburuk kesehatan fiskal nasional apabila tidak segera dikoreksi.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama, yaitu:

1. Hentikan pemborosan APBN.

Pemerintah diminta lebih disiplin dalam mengelola keuangan negara dan menghentikan pengeluaran yang dinilai tidak mendesak serta tidak memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

Mahasiswa menilai tingginya harga pangan dan energi telah menekan daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah yang semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

3. Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Massa aksi mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang membutuhkan anggaran besar tersebut karena dinilai berpotensi membebani keuangan negara apabila tidak disertai perencanaan dan pengawasan yang matang.

4. Hentikan militerisme di ranah sipil.

Mahasiswa menolak semakin luasnya keterlibatan unsur militer dalam sektor-sektor sipil. Mereka menegaskan bahwa prinsip demokrasi harus dijaga dengan menempatkan institusi sipil sebagai aktor utama dalam pengambilan kebijakan publik.

5. Pemerintah harus mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.

Mahasiswa menuntut pemerintah lebih terbuka menerima kritik, melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai bermasalah, serta tidak terus-menerus mencari pembenaran atas berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Aksi yang berlangsung di pusat ibu kota tersebut menjadi cerminan meningkatnya kegelisahan mahasiswa terhadap arah kebijakan nasional. Massa menilai pemerintah harus segera melakukan koreksi agar tidak terjadi pelemahan ekonomi yang lebih luas dan penurunan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Di tengah pengawalan ketat aparat keamanan, mahasiswa menegaskan bahwa gerakan mereka merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa. Mereka menyatakan akan terus mengawal kebijakan pemerintah dan menyuarakan aspirasi masyarakat selama berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan demokrasi belum mendapatkan jawaban yang memadai.

“Suara rakyat tidak boleh diabaikan. Ketika harga kebutuhan hidup semakin tinggi dan anggaran negara terus digelontorkan untuk program yang dipersoalkan publik, maka kritik adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.

Aksi ini sekaligus menjadi peringatan keras bahwa mahasiswa masih berdiri sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial, mengingatkan pemerintah agar kembali berpihak kepada kepentingan rakyat, menjaga demokrasi, dan mengelola keuangan negara secara transparan, efektif, serta bertanggung jawab.

RED