Rp 222 Miliar Diduga Raib, Suhendrik Terseret Skandal Korupsi Iklan Bank BJB

Investigasi.co.id, Jakarta, Cirebon 25 Agustus 2025 – Kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB terus menggelinding bak bola salju. Nama Suhendrik, pengusaha periklanan asal Cirebon yang pernah mencoba masuk gelanggang politik lokal, kini resmi jadi tersangka. Ia dituding sebagai salah satu aktor penting dalam raibnya dana iklan hingga Rp 222 miliar dari total anggaran Rp 409 miliar.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga, Suhendrik mengendalikan dua agensi, PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WSBE) dan PT BSC Advertising, yang menjadi pintu masuk aliran dana bermasalah. Modusnya sederhana: laporan iklan dimanipulasi. Tayangan fiktif ditulis seolah-olah tayang, sementara selisih dana justru menguap jadi “pundi-pundi non-budgeter” yang tak ada dalam perencanaan resmi.

Pada pemeriksaan di Gedung Merah Putih, Jumat (25/7), KPK menelisik dugaan kuat aliran dana dari agensi Suhendrik ke Divisi Corporate Secretary Bank BJB sepanjang 2023. Ada indikasi, dana hasil selisih iklan itu dipakai untuk kepentingan pribadi hingga acara seremonial yang sama sekali tidak berhubungan dengan promosi bank.

Di Cirebon, nama Suhendrik bukanlah sosok asing. Ia dikenal sebagai pebisnis yang lihai membangun jaringan, termasuk kedekatannya dengan sejumlah figur politik lokal. Publik setempat masih mengingat ambisinya maju dalam kontestasi wakil wali kota, meski akhirnya kandas. Kini, justru kiprahnya di dunia periklanan yang menyeretnya ke meja penyidikan.

KPK menegaskan kasus ini tidak akan berhenti pada satu nama. Lembaga antirasuah berkomitmen mengusut tuntas jaringan yang ikut menikmati bancakan dana iklan. “Tidak ada yang kebal hukum,” tegas seorang pejabat KPK.

Bagi warga Cirebon, kasus ini menjadi tamparan keras. Figur yang dulu dielu-elukan di panggung politik kini justru tampil di halaman depan pemberitaan dengan label tersangka korupsi. Skandal iklan Bank BJB bukan hanya mencoreng nama pribadi Suhendrik, tapi juga menodai citra BUMD kebanggaan Jawa Barat.

[ RED ]

 

 

Relevansi

Jangan Lewatkan