Investigasi.co.id, CIREBON – Seni Ekonomi Kreatif Tosan Aji (SAKETI) Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan konsolidasi organisasi dalam rangka pengembangan seni dan budaya, khususnya pelestarian warisan leluhur Nusantara berupa keris dan tombak, pada Sabtu (30/5/2026) di Baraja Coffee Amphitheater, Jalan Tuparev No. 60, Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota SAKETI Kabupaten Cirebon, para pemerhati budaya, kolektor pusaka, Empu pembuat keris, serta sejumlah tokoh perkerisan nasional yang memiliki perhatian terhadap pelestarian warisan budaya bangsa.
Ketua SAKETI Kabupaten Cirebon, Gunawan Wibiksana, menegaskan bahwa keberadaan SAKETI merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga, mengembangkan, dan melestarikan budaya tosan aji sebagai bagian penting dari identitas sejarah dan peradaban Nusantara.
Menurutnya, pelestarian tosan aji tidak hanya berfokus pada benda pusaka yang telah berusia ratusan tahun, tetapi juga mencakup karya-karya tosan aji kamardikan berupa keris dan tombak yang dibuat pada masa kini oleh para empu modern.
“Yang utama bukan semata-mata usia sebuah keris atau tombak, melainkan nilai filosofis, nilai sejarah, serta nilai edukasi yang terkandung di dalamnya. Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa keris dan tombak merupakan warisan budaya adiluhung yang harus dipelajari dan dilestarikan, bukan benda yang identik dengan hal-hal mistis atau kesyirikan,” ujar Gunawan.
Ia menambahkan bahwa SAKETI akan terus melakukan berbagai program edukasi dan kegiatan budaya guna memperluas wawasan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kekayaan budaya Nusantara yang diwariskan oleh para leluhur.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh perkerisan nasional dari Jakarta, AR Collection (Kohin), turut hadir dan memberikan apresiasi atas semangat para anggota SAKETI dalam menjaga eksistensi budaya tosan aji di wilayah Cirebon.
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program yang akan dijalankan SAKETI dan berharap sinergi antar pecinta budaya dapat terus diperkuat demi menjaga keberlanjutan warisan budaya bangsa.
“Pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama. Keris dan tombak bukan hanya benda seni, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah bangsa. Jika bukan kita yang menjaga dan mewariskannya kepada generasi mendatang, lalu siapa lagi,” ungkapnya.
Kegiatan konsolidasi tersebut juga dihadiri oleh Lingga Nugraha, empu muda kebanggaan Cirebon yang dikenal sebagai salah satu pembuat keris pusaka, berbagai karya keris dan tombak hasil karyanya diminati serta telah mendapat apresiasi dari para pecinta dan kolektor pusaka, baik dari dalam maupun luar negeri.
Keberadaan empu muda seperti Lingga dinilai menjadi bukti bahwa tradisi pembuatan tosan aji masih terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi, sekaligus menjadi harapan bagi keberlangsungan budaya keris Nusantara di masa depan.
Sementara itu, Niar Senja N, selaku Sales Marketing Manager Baraja Coffee Indonesia, menyampaikan dukungannya terhadap berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian seni dan budaya.
Menurutnya, Baraja Coffee tidak hanya hadir sebagai tempat bersantai dan berkumpul, tetapi juga menyediakan ruang bagi kegiatan kreatif, seni, dan budaya melalui fasilitas Amphitheater yang dimiliki.
“Kami siap mendukung dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan SAKETI, termasuk apabila nantinya diselenggarakan pameran keris maupun kegiatan budaya lainnya. Konsep Baraja Coffee memang dirancang untuk menjadi ruang kolaborasi yang dapat mengakomodasi berbagai pagelaran seni dan budaya,” katanya.
Melalui kegiatan konsolidasi ini, SAKETI Kabupaten Cirebon berharap dapat memperkuat sinergi antar anggota, memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara, khususnya tosan aji, sebagai aset berharga yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
– NIKO –






