Tradisi Unik Ribuan Warga Berburu Ember Berkah Tiap Acara Muludan di Benda Kerep

Investigasi.co.id CIREBON – Ribuan warga tumpah ruah di kawasan religius Benda Kerep, Kota Cirebon, pada Jumat malam (5/7/25), dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 13 Robiul awal 1447H. Acara yang dipusatkan di Masjid Agung Benda Kerep sekaligus Pondok Pesantren Benda Kerep ini menjadi salah satu tradisi tahunan yang paling dinantikan warga.

Keunikan yang selalu ditunggu masyarakat adalah tradisi berburu ember muludan. Jamaah yang hadir akan memperebutkan ember berisi aneka makanan, buah-buahan, dan minuman untuk dibawa pulang. Tradisi khas ini hanya dapat ditemui di Benda Kerep, menjadikannya berbeda dari peringatan Maulid Nabi di tempat lain.

Lantunan bacaan Kitab Barzanji menggema dari masjid dan rumah-rumah warga, dipimpin langsung para kiai. Suasana penuh khidmat berpadu dengan semangat kebersamaan, di mana masyarakat berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Pengurus Pondok Pesantren Benda Kerep, Kiai Muhamad Miftah, menegaskan bahwa peringatan Maulid ini bukan sekadar ritual, melainkan juga wadah untuk memperkuat ikatan silaturahmi antarwarga dari berbagai daerah.

“Tradisi ini menjadi ajang bersedekah, saling berbagi, sekaligus mempererat persaudaraan umat Islam. Kami bersyukur, masyarakat dari berbagai penjuru Jawa Barat bahkan luar kota turut hadir,” ungkapnya.

Bagi masyarakat, keberkahan ember muludan menjadi daya tarik tersendiri. Salah seorang jamaah asal Indramayu, Siti Rahmawati (35), mengaku rela datang jauh-jauh bersama keluarganya demi merasakan suasana sakral Muludan di Benda Kerep.

“Rasanya senang sekali bisa dapat ember berisi buah-buahan dan makanan. Bagi kami bukan hanya isi embernya, tapi juga keberkahannya. Ini tradisi yang bikin hati hangat,” ujarnya dengan penuh semangat.

Hal senada diungkapkan Ahmad Yusuf (42), warga Majalengka yang sudah rutin hadir setiap tahun.

“Kalau di sini beda, ada kekompakan dan keceriaan. Berburu ember bukan soal bisa dapatkan isnya, tapi tentang kebersamaan dan rasa syukur serta keberkahan. Anak-anak juga gembira sekali ikut meramaikan,” tuturnya.

Tradisi Muludan di Benda Kerep telah berlangsung turun-temurun sejak diletakkan oleh leluhur, Mbah Soleh Zamzami. Nilai yang diwariskan adalah meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, menjaga persatuan, dan menumbuhkan semangat berbagi dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan perpaduan nuansa religius, budaya, dan kebersamaan, peringatan Maulid Nabi di Benda Kerep kembali membuktikan diri sebagai salah satu ikon tradisi keislaman di Cirebon yang sarat makna serta terus dilestarikan lintas generasi.

 

[ NIKO ]

Relevansi

Jangan Lewatkan