Investigasi.co.id, CIREBON – Suasana sederhana di sebuah “gubuk” di samping Masjid Syekh Anwaruddin Kriyan, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, menjadi tempat berlangsungnya silaturahmi penuh keakraban antara Ketua Fast Respon Counter Polri Jawa Barat, Ridho R, dengan KH. Ma’dun, pimpinan Pondok Pesantren Kebon Syarif Kampung Cibogo.
Bukan pertemuan formal dengan meja rapat dan protokoler. Silaturahmi berlangsung santai, ditemani kopi dan cemilan. Namun, di balik suasana penuh canda dan obrolan ringan, muncul pesan serius menyangkut kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Cirebon dan sekitarnya.
KH. Ma’dun merupakan sosok ulama yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan. Cara komunikasinya yang cair, diselingi candaan-candaan segar, membuat siapa pun yang datang merasa betah untuk berbincang lebih lama.
Dalam pertemuan itu, Ridho R menilai komunikasi langsung dengan ulama dan tokoh masyarakat memiliki arti penting bagi organisasi pers dalam memahami persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Silaturahmi ini bukan sekadar bertemu dan ngopi bersama. Dari obrolan seperti ini kita bisa mendapatkan banyak masukan mengenai kondisi masyarakat dan berbagai persoalan yang perlu menjadi perhatian,” ujar Ridho R.
KH. Ma’dun juga memiliki hubungan keluarga dan keponakan asli dari Mbah Fanani sosok yang dikenal masyarakat sebagai pertapa dari kawasan Dieng. Kedekatan tersebut menjadi bagian dari latar belakang keluarga KH. Ma’dun yang dalam pergaulan sehari-hari tetap terbuka berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat.
Doa untuk Kapolda Jabar dan Kapolri
Dalam suasana santai tersebut, KH. Ma’dun turut menyampaikan doa dan dukungan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
KH. Ma’dun berharap keduanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas menjaga keamanan sekaligus memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat.
“Semoga Kapolda Jawa Barat dan Kapolri diberikan kesehatan, kekuatan dan kesuksesan dalam menjaga serta mengayomi masyarakat,” pesan KH. Ma’dun.
Namun, doa tersebut juga disertai harapan agar aparat kepolisian tidak mengendurkan langkah dalam menghadapi persoalan yang selama ini menjadi keresahan masyarakat.
KH. Ma’dun secara khusus berharap peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di wilayah Cirebon dan sekitarnya dapat diberantas secara serius.
Selain itu, keberadaan kelompok geng motor yang melakukan aktivitas dan berpotensi meresahkan masyarakat juga menjadi perhatian.
Pesannya tegas: penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan tanpa pandang bulu, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Harapan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Ulama, wartawan, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat memiliki ruang untuk ikut membangun kesadaran serta menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif.
Bagi Ridho R, silaturahmi dengan KH. Ma’dun menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara organisasi pers dengan tokoh agama dan masyarakat.
Dari sebuah “gubuk” sederhana di samping Masjid Syekh Anwaruddin Kriyan, obrolan yang diawali dengan kopi dan candaan itu pun bermuara pada satu pesan yang serius: masyarakat membutuhkan rasa aman, dan pemberantasan narkoba serta aksi yang meresahkan harus menjadi perhatian bersama.
NIKO






