DPUTR Bina Marga Kota Cirebon Dianggap Abaikan Jembatan Sungai Cikalong Ambles Membahayakan Tapi Lebih Dahulukan Kebut Proyek Tak Mendesak 

Investigasi.co.id, Cirebon 27 November 2025 — Gelombang kritik semakin memanas terhadap DPUTR Bina Marga Kota Cirebon setelah diketahui pondasi Jembatan Sungai Cikalong di Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti telah ambles selama bertahun-tahun tanpa penanganan serius. Kerusakan itu tidak hanya mengganggu, tetapi sudah masuk kategori darurat.

Di lapangan, kondisi jalan aspal di atas jembatan kini turun signifikan membentuk cekungan besar, bukan sekadar lubang. Retakan yang menganga tampak jelas sebagai tanda kerusakan struktural yang dibiarkan tanpa tindakan. Untuk pengendara motor, kondisi ini bukan lagi sekadar bahaya, ini jebakan maut yang dibiarkan pemerintah berdiri di tengah jalan umum.

Faktanya, warga melaporkan sudah ada pengendara yang terjatuh, setelah roda motornya terperosok ke celah jalan yang ambles.

“Ini bukan rusak kemarin sore. Ini sudah bertahun-tahun. Apa orang DPUTR tidak pernah lewat sini? Atau memang sengaja pura-pura tidak melihat?” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Prioritas Dipertanyakan, Kerusakan Jembatan Dibiarkan, Proyek Trotoar Miliaran Justru Didahulukan

Tajamnya kritik tidak berhenti pada kelalaian penanganan jembatan. Publik kini mempertanyakan logika pengambilan keputusan anggaran oleh DPUTR Bina Marga.

Mengapa jembatan yang rusak parah, yang fungsinya vital dan berisiko tinggi tidak menjadi prioritas?

Mengapa justru proyek trotoar senilai lebih dari Rp1 miliar yang dikebut lebih dulu?

Tidak hanya itu, pembangunan drainase lingkungan perumahan senilai ratusan juta rupiah didahulukan, ironisnya digarap di puncak musim hujan. Proyek yang diklaim sebagai upaya mengantisipasi banjir justru memperlihatkan hasil sebaliknya, genangan air, lumpur, serta material semen yang belum kering rusak akibat hujan yang terus mengguyur.

Masyarakat menilai, pola seperti ini menunjukkan bahwa proyek yang “mudah diserap anggarannya” lebih diprioritaskan dibanding infrastruktur kritis yang menyangkut keselamatan warga.

DPUTR Bina Marga Kota Cirebon Dinilai Tidak Mampu Mengelola Risiko Publik

Kondisi jembatan Sungai Cikalong menjadi bukti bahwa sistem pengawasan, perencanaan, dan tanggap darurat infrastruktur di Kota Cirebon tengah berada dalam titik terendah.

Kerusakan pondasi jembatan sungai Cikalong bukan masalah kecil. Ini menyangkut stabilitas struktur, kekuatan tanah penopang, dan aliran sungai di bawahnya. Dalam banyak kasus, pembiaran seperti ini bisa berujung:

• ambles totalnya jembatan

• runtuhnya badan jalan

• kecelakaan fatal

• putusnya akses transportasi warga.

Namun hingga kini, tidak ada tanda-tanda tindakan perbaikan darurat, yang semestinya menjadi langkah minimal bagi pemerintah yang bertanggung jawab.

Segerakan Investigasi teknis dan audit menyeluruh kondisi Jembatan Sungai Cikalong dan Reprioritas anggaran berdasarkan tingkat risiko, bukan keindahan kota atau proyek serapan cepat,

Transparansi alasan pembiaran jembatan sungai Cikalong selama bertahun-tahun dipertanyakan, karena publik menilai DPUTR Bina Marga Kota Cirebon dinilai sedang mempertaruhkan keselamatan masyarakat dan wajah tata kelola pemerintahan.

RED | INVESTIGASI.CO.ID

 

 

 

 

Relevansi

Jangan Lewatkan