Investigasi.co.id, Bandung, 10 Juli 2025 — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi menetapkan perubahan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan menjadi RSUD Welas Asih melalui Surat Keputusan Gubernur tertanggal 19 Juni 2025, yang mulai berlaku efektif pada 2 Juni 2025.
Perubahan nama ini merupakan bagian dari proses rebranding institusi layanan kesehatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, guna mendekatkan nilai-nilai budaya lokal kepada masyarakat dan memperkuat identitas pelayanan publik yang humanis. Nama “Welas Asih”, yang berarti kasih sayang dalam Bahasa Sunda, dipilih sebagai simbol keramahan, kepedulian, dan pelayanan tanpa diskriminasi.
“Welas Asih adalah nilai kebaikan universal yang dipahami oleh masyarakat Jawa Barat. Rumah sakit ini milik rakyat, dikelola oleh pemerintah, dan tidak dibiayai oleh yayasan manapun. Sudah seharusnya memiliki identitas yang membumi dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Gubernur Dedi Mulyadi saat kunjungan ke rumah sakit pada 9 Juli 2025.
Logo baru RSUD Welas Asih juga diperkenalkan dengan simbol siluet kujang, ornamen kaligrafi “Ar-Rahman Ar-Rahim”, dan lima nilai pelayanan utama: Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer. Nilai-nilai ini menjadi dasar reformasi pelayanan rumah sakit dalam menjawab tantangan kebutuhan kesehatan di Jawa Barat.
Meski mendapatkan dukungan dari banyak kalangan, kebijakan ini juga menimbulkan kontroversi di tengah sebagian masyarakat. Beberapa pihak menganggap perubahan nama mengabaikan sejarah pendirian rumah sakit yang dulunya bernuansa keagamaan. Namun, Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa sejak tahun 2004, RSUD Al-Ihsan sudah menjadi aset daerah sepenuhnya dan dikelola melalui anggaran APBD Provinsi Jawa Barat.
Dalam rencana pengembangan, RSUD Welas Asih akan menerima anggaran sebesar Rp44 miliar pada tahun 2025 dan Rp81 miliar pada tahun 2026. Rumah sakit ini ditargetkan akan menjadi rumah sakit rujukan utama setara RSUP Hasan Sadikin Bandung dalam dua tahun ke depan, termasuk pembangunan gedung stroke, fasilitas penanganan kanker dengan teknologi nuklir, serta perbaikan sistem pelayanan BPJS dan non-BPJS.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menjaga transparansi, pelayanan profesional, serta memperkuat keberadaan RSUD Welas Asih sebagai rumah sakit milik rakyat, dengan semangat melayani sepenuh hati.
[ RED ]






