Investigasi.co.id, Cirebon, 13 September 2025 — Ketua Laskar Agung Macan Ali Nuswantara Cirebon, Prabu Diaz, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Paguyuban Saketi (Seni Kreatif Tosan Aji) untuk menggelar Pameran Keris Nusantara di Taiwan. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan di hari pertama pembukaan pameran keris pusaka Nusantara bertajuk “Eksistensi Gaman Jawa Barat” yang digelar Saketi di Pendopo Bupati Cirebon pada 12–14 September 2025.

Menurut Prabu Diaz, pameran di luar negeri menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan nilai luhur, filosofi, dan keindahan seni tosan aji kepada masyarakat internasional. Ia menegaskan, keris bukan hanya pusaka, melainkan simbol identitas, peradaban, sekaligus jati diri bangsa Indonesia.
“Keris adalah manifestasi budaya yang sarat makna spiritual, seni, dan sejarah. Melalui pameran ini, kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peradaban luhur yang patut dibanggakan dan diwariskan lintas generasi,” ungkap Prabu Diaz.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa pameran di Taiwan akan menjadi sarana penting untuk memperkenalkan budaya Nusantara, baik kepada generasi muda diaspora Indonesia maupun masyarakat global. Apalagi, keris telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia yang harus dijaga kelestariannya.
Sebagai Ketua Laskar Agung Macan Ali, Prabu Diaz dikenal konsisten dalam melestarikan budaya dan menjaga tradisi Cirebon. Selain aktif menggerakkan kegiatan kebudayaan, ia juga kerap dipercaya mengawal tokoh spiritual lintas negara, terlibat dalam agenda kebinekaan, serta mempromosikan Cirebon sebagai salah satu pusat peradaban Nusantara.

Rencana pameran keris di Taiwan ini akan menjadi wujud nyata kolaborasi antara Laskar Macan Ali dan Paguyuban Saketi yang selama ini berkomitmen pada edukasi, seni kreatif, dan pelestarian tosan aji. Ajang tersebut diharapkan tak hanya mempererat hubungan budaya antarbangsa, tetapi juga membuka ruang dialog internasional mengenai pentingnya merawat warisan leluhur.
Dalam agenda di Taiwan nanti, pameran akan menghadirkan koleksi keris pusaka pilihan, demo pembuatan keris, hingga diskusi budaya yang terbuka untuk semua kalangan. Bagi Prabu Diaz, langkah ini merupakan bentuk diplomasi budaya sekaligus pembuktian bahwa Cirebon dan Nusantara memiliki kontribusi besar dalam panggung warisan dunia.
[ NIKO ]












