Warga Harjamukti Cirebon Tanpa Listrik dan WC, Tapi Masuk Desil 6: Data Kemiskinan Kota Cirebon Dipertanyakan

Pemerintah1108 Dilihat

Investigasi.co.id – CIREBON – Fakta memprihatinkan kembali mencuat dari wilayah Harjamukti, Kota Cirebon. Seorang warga lanjut usia bernama Susilo (65), yang hidup sebatang kara di rumah sempit tanpa listrik dan tanpa fasilitas WC, justru tercatat masuk kategori desil 6 dalam data kesejahteraan sosial pemerintah.

Kondisi ini memicu sorotan tajam terhadap akurasi pendataan kemiskinan di Kota Cirebon.
Susilo diketahui tinggal di kawasan RW 05 Penyuken, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti. Rumah yang ditempatinya hanya berukuran sekitar 5 meter persegi dengan kondisi memprihatinkan. Tidak ada sambungan listrik, tidak memiliki sanitasi layak, dan penghasilannya hanya bergantung dari memulung barang rongsokan.

Ironisnya, dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTSEN/DTKS), Susilo disebut masuk ke kategori desil 6 — kelompok masyarakat menengah bawah yang dinilai masih memiliki kemampuan ekonomi lebih baik dibanding warga miskin ekstrem.
Padahal secara fakta lapangan, kondisi hidup Susilo jauh dari kata layak.
“Saya sendiri heran. Beliau hidup sendiri, tidak punya keluarga, kerja cuma mulung rongsok. Tapi datanya malah masuk desil 6,” ujar salah seorang warga sekitar.

Temuan ini kembali membuka dugaan adanya persoalan serius dalam sistem pendataan sosial di Kota Cirebon. Warga menilai, jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka bantuan sosial berpotensi salah sasaran dan masyarakat miskin ekstrem justru terabaikan.

Pengamat sosial menyebut, kesalahan klasifikasi data kerap terjadi karena pendataan lebih menitikberatkan pada kondisi fisik bangunan atau administrasi kependudukan, tanpa verifikasi langsung terhadap kondisi ekonomi riil warga.

Kasus Susilo menjadi potret nyata bagaimana masyarakat yang hidup tanpa fasilitas dasar masih bisa dianggap “tidak terlalu miskin” dalam sistem pemerintah.
Hingga Rabu (13/5/2026), belum ada keterangan resmi dari Dinas Sosial Kota Cirebon maupun pihak Kelurahan Harjamukti terkait status data Susilo dan kemungkinan pembaruan kategori desilnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Cirebon segera turun tangan melakukan validasi ulang data DTSEN agar bantuan sosial benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

Hisam