Investigasi.co.id – Kota Cirebon, 28 Juli 2026 – Kinerja Dinas Ketenagakerjaan Kota Cirebon menjadi sorotan setelah dugaan keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di PT Chao Yue Teknik Mekanik Listrik baru ditindaklanjuti setelah persoalan tersebut ramai diberitakan selama hampir satu bulan.
Selama kurun waktu tersebut, upaya konfirmasi kepada Dinas Ketenagakerjaan Kota Cirebon melalui sambungan telepon, menurut pihak pelapor, tidak mendapat respons. Kondisi itu memunculkan pertanyaan publik mengenai kecepatan pelayanan dan pengawasan yang dilakukan instansi terkait.
Baru setelah pemberitaan menjadi perhatian publik, pegawai Disnaker Kota Cirebon, Dinul bersama Yani Jaja, mengaku telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan tersebut.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Dinul menjelaskan hasil sidak menemukan empat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dan seluruhnya telah mengantongi Izin Tinggal Terbatas (ITAS) yang masih berlaku.
Namun, penjelasan tersebut memunculkan sejumlah tanda tanya. Sebab, pada keterangan sebelumnya yang diterima media disebutkan hanya terdapat dua ITAS yang terdaftar. Ketika dikonfirmasi mengenai perbedaan data tersebut, Dinul menyebut hal itu hanya terjadi karena miskomunikasi.
Pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru mengenai validitas informasi yang sebelumnya disampaikan kepada publik.
Tak hanya itu, terdapat hal lain yang menjadi sorotan. Berdasarkan pengamatan pihak pelapor, sebelum sidak dilakukan belum terlihat papan nama perusahaan. Namun ketika sidak berlangsung, papan nama bertuliskan PT Chao Yue Teknik Mekanik Listrik telah terpasang di lokasi.
Perubahan tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Meski demikian, media belum dapat memastikan kapan papan nama tersebut dipasang, sehingga hal itu masih memerlukan klarifikasi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait.
Saat awak media berupaya menemui Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Cirebon, Ma’ruf, untuk meminta penjelasan langsung, pertemuan belum terlaksana. Menurut Dinul, Kepala Dinas sedang menerima telepon.
“Pak Kadis lagi telepon, diselesaikan saja,” ujar Dinul kepada awak media.
Pernyataan itu dinilai belum menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang, terutama terkait lambatnya respons Disnaker terhadap laporan masyarakat serta perbedaan informasi mengenai jumlah tenaga kerja asing yang sebelumnya disampaikan.
Sekjen CIB: Jangan Tunggu Viral Baru Negara Hadir
Sekretaris Jenderal LSM Cakra Buana Indonesia Bersatu (CIB) melontarkan kritik keras terhadap pola penanganan yang dinilai baru dilakukan setelah persoalan menjadi viral.
> “Yang kami pertanyakan, apakah laporan masyarakat harus viral terlebih dahulu baru ditindaklanjuti? Kalau tidak ramai diberitakan, apakah sidak tetap dilakukan? Pelayanan publik seharusnya hadir sejak laporan pertama diterima, bukan setelah menjadi konsumsi publik,” tegasnya.
Ia juga meminta Dinas Ketenagakerjaan Kota Cirebon meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan responsivitas terhadap setiap laporan masyarakat agar tidak menimbulkan kesan bahwa pengawasan hanya berjalan ketika mendapat sorotan media.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Cirebon belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan lambatnya respons atas laporan masyarakat, perbedaan informasi jumlah ITAS, maupun kronologi pelaksanaan sidak.
RU






