PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA, MAHASISWA GELAR AKSI DI BUNDARAN HI, SEMPAT DIHADANG APARAT GABUNGAN

Peristiwa731 Dilihat

Investigasi.co.id, JAKARTA, 28 Oktober 2026 — Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), dimanfaatkan mahasiswa dari berbagai kampus untuk menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Jakarta. Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi salah satu tujuan utama massa aksi untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendesak pemerintah menindaklanjuti sejumlah persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan demokrasi.

Perjalanan massa menuju Bundaran HI tidak berlangsung mulus. Sejak sekitar pukul 13.00 WIB, mahasiswa mulai berkumpul di Jalan Jenderal Sudirman untuk bergerak menuju lokasi aksi. Namun, langkah mereka dilaporkan terhambat setelah aparat gabungan dari Kepolisian dan TNI melakukan penghalangan di sejumlah titik.

Setelah menghadapi hambatan tersebut, sebagian mahasiswa dilaporkan berhasil melewati blokade aparat sekitar pukul 16.05 WIB. Sementara itu, hingga pukul 17.00 WIB, sejumlah mahasiswa lainnya masih tertahan dan belum dapat melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI.

Aksi tersebut juga membawa tuntutan yang sebelumnya disuarakan mahasiswa dalam unjuk rasa pada 20 Oktober 2026 di kawasan Monumen Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Dalam aksi kali ini, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah, yakni:

1. Penetapan karhutla sebagai bencana nasional. Mahasiswa mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional, menindak korporasi yang terbukti bertanggung jawab, serta memulihkan ekosistem yang terdampak.

2. Pembenahan kebijakan ekonomi. Pemerintah didesak memperbaiki tata kelola ekonomi untuk mengatasi ketimpangan sosial dan mewujudkan keadilan bagi masyarakat.

3. Penghentian penyempitan ruang sipil. Mahasiswa menyoroti kebijakan yang dinilai berpotensi membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat, termasuk persoalan militerisasi dalam ruang sipil.

4. Pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Mahasiswa menuntut langkah nyata untuk memberantas KKN demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

5. Penurunan biaya pendidikan. Mahasiswa mendesak terwujudnya sistem pendidikan yang terjangkau dan berpihak kepada masyarakat, sehingga setiap warga memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tanpa terbebani biaya yang memberatkan.

Momentum Sumpah Pemuda, Aspirasi Kembali Disuarakan

Aksi yang berlangsung bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan berbagai persoalan yang mereka nilai membutuhkan perhatian serius pemerintah.

Di tengah peringatan sejarah persatuan pemuda Indonesia, tuntutan yang dibawa mahasiswa turut menyoroti persoalan pemerataan kesejahteraan, perlindungan lingkungan, pemberantasan korupsi, kebebasan sipil, serta akses pendidikan.

Hingga informasi terakhir yang dihimpun sekitar pukul 17.00 WIB, sebagian mahasiswa dilaporkan masih tertahan di sejumlah titik, sementara massa lainnya telah berhasil melewati penghalangan dan berupaya menuju Bundaran HI.

MOH. ADIANSYAH