Investigasi.co.id, Jakarta, 28 Juni 2026 – Sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil kembali menggelar Solidarity Campaign CFD di kawasan Bundaran HI, Jakarta, bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD), Minggu (28/6). Aksi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian gerakan yang sebelumnya berlangsung di ruang-ruang publik sebagai bentuk penyampaian aspirasi atas berbagai persoalan yang dinilai belum memperoleh respons memadai dari pemerintah.
Dalam keterangannya, peserta aksi menyampaikan bahwa gelombang aspirasi yang muncul dalam beberapa pekan terakhir berasal dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, guru, buruh, pedagang kecil, ibu rumah tangga, hingga pengemudi ojek. Mereka menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius, di antaranya transparansi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelaksanaan KDMP yang dinilai menimbulkan berbagai persoalan, efektivitas penggunaan anggaran negara, serta kekhawatiran terhadap meningkatnya pendekatan represif aparat di ruang-ruang sipil dan akademik.
Aksi yang diinisiasi oleh mahasiswa dari BEM UI, Kepresma Usakti, BEM PNJ, BPM FH UP, BEM Esa Unggul, BEM FTI UG, bersama berbagai elemen gerakan masyarakat sipil lainnya ini menegaskan bahwa kehadiran mereka di kawasan CFD bukan untuk mengganggu aktivitas masyarakat, melainkan mengajak publik memanfaatkan ruang bersama sebagai wadah dialog, edukasi, dan penyampaian aspirasi secara damai.

“Kami memilih hadir langsung di tengah masyarakat untuk membuka ruang diskusi, mendengarkan suara rakyat, serta menyampaikan berbagai persoalan yang kami anggap penting untuk dikawal bersama,” demikian disampaikan dalam pernyataan aksi.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan sejumlah bentuk kampanye publik, di antaranya:
– Mimbar Bebas, sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan aspirasi.
– Instalasi Publik, berupa penyajian berbagai pesan, data, dan tuntutan masyarakat yang dipasang di ruang terbuka agar dapat diakses oleh seluruh pengunjung CFD.
Melalui kegiatan ini, peserta aksi menegaskan bahwa perjuangan untuk mewujudkan keadilan sosial tidak dapat dilakukan dalam satu momentum semata, melainkan membutuhkan konsistensi, partisipasi publik, dan pengawalan yang berkelanjutan. Mereka mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggunakan hak menyampaikan pendapat secara damai sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Aksi ditutup dengan seruan solidaritas yang menegaskan komitmen untuk terus mengawal berbagai isu kerakyatan serta memperjuangkan ruang demokrasi yang terbuka, adil, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Hidup Perempuan yang Terus Melawan!
Moh Adiansyah






