Eks Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Gedung Setda

Investigasi.co.id, CIREBON – Proyek megah Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon yang menelan anggaran Rp 86 miliar kini berubah menjadi sorotan tajam publik. Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI membongkar potensi kerugian negara mencapai Rp 13 miliar, terdiri dari denda keterlambatan Rp 11,3 miliar dan kekurangan volume pekerjaan Rp 1,8 miliar. Angka ini bukan sekadar catatan di atas kertas, tapi indikasi kuat adanya praktik kerja asal-asalan yang membebani keuangan negara.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon sejak 2024 telah bergerak, memeriksa fisik gedung dari basement hingga atap, didampingi tim ahli konstruksi. Audit tambahan oleh Politeknik Negeri Bandung (Polban) dilakukan untuk mencocokkan hasil pemeriksaan BPK RI, memastikan tak ada celah bagi pihak yang mencoba mengelak.

Pada 13 Agustus 2025, mantan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, turut diperiksa sebagai saksi. Namanya kini masuk dalam daftar panjang pihak yang harus memberikan keterangan. Kejari menegaskan, meski masih berstatus saksi, perannya dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek menjadi bagian penting dari puzzle penyidikan ini.

Namun, hingga kini, publik belum mendengar satu pun nama yang resmi ditetapkan sebagai tersangka. Kejari berjanji, pengumuman tersangka akan dilakukan pada akhir Agustus 2025. Janji yang menjadi ujian kredibilitas bagi aparat penegak hukum di tengah sorotan tajam warga.

Desakan untuk segera menuntaskan kasus ini tak main-main. Persatuan Pemuda dan Pemudi Rakyat Cirebon (P3RC) bahkan turun ke jalan pada Februari lalu, menuntut transparansi dan menolak segala bentuk “main mata” yang bisa membelokkan proses hukum.

Kasus ini bukan sekadar soal proyek yang mangkrak atau angka kerugian di laporan audit. Ini soal integritas, keberanian, dan komitmen untuk menutup rapat ruang bagi korupsi yang selama ini menggerogoti uang rakyat. Publik menunggu, apakah akhir Agustus nanti Kejari benar-benar menepati janji, atau kasus ini hanya akan menambah daftar panjang perkara yang menguap tanpa kejelasan.

[ NIKO ]

Relevansi

Jangan Lewatkan