PUSATNYA DI PEMERINTAH JADI SOROTAN PUBLIK DALAM LEMAHNYA PENGAWASAN ANGGARAN PROGRAM MBG, DIDUGA TANPA KAJIAN KETAT YANG MATANG

Peristiwa933 Dilihat

investigasi.co.id, CIREBON – Terungkapnya dugaan kasus korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama dua mantan wakil kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, menjadi sorotan serius publik. Perkara yang kini ditangani aparat penegak hukum dinilai tidak hanya membuka dugaan praktik penyimpangan dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga mengungkap kelemahan mendasar pemerintah dalam pengawasan dan pengambilan keputusan terkait penggunaan anggaran negara.

Publik menilai persoalan yang muncul bukan semata-mata berkaitan dengan dugaan jual beli titik dapur MBG atau tata kelola program di lapangan. Sorotan yang lebih besar justru mengarah pada berbagai pengadaan barang yang menggunakan dana APBN dalam jumlah sangat besar, namun dipertanyakan urgensi dan manfaatnya terhadap operasional program MBG.

Sejumlah pengadaan seperti motor listrik, laptop, hingga televisi menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan dasar kajian dan kebutuhan riil atas pengadaan tersebut, mengingat program MBG pada dasarnya berorientasi pada penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya peserta didik.

“Pertanyaan publik sangat sederhana. Bagaimana pengadaan dengan nilai anggaran yang begitu besar bisa mendapatkan persetujuan dan pencairan apabila belum melalui kajian yang matang, analisis kebutuhan yang komprehensif, serta pengujian manfaat yang benar-benar terukur?” demikian kritik yang berkembang di ruang publik.

Kasus ini memunculkan dugaan adanya kelemahan serius dalam sistem pengawasan internal pemerintah. Sebab, setiap penggunaan anggaran negara yang bersumber dari APBN seharusnya melalui tahapan perencanaan, verifikasi, evaluasi, hingga pengawasan yang ketat sebelum direalisasikan.

Penetapan para pejabat BGN sebagai tersangka dinilai belum menjawab seluruh pertanyaan yang berkembang. Sejumlah kalangan mendesak agar penyidikan tidak berhenti pada pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka, melainkan dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang turut berperan dalam proses perencanaan, persetujuan, hingga pencairan anggaran.

Pengamat tata kelola pemerintahan menilai bahwa apabila dugaan penyimpangan tersebut terbukti, maka kasus ini dapat menjadi cerminan lemahnya kehati-hatian pemerintah dalam menjalankan program strategis nasional yang menggunakan dana rakyat dalam jumlah sangat besar.

“Program strategis negara tidak boleh dijalankan dengan pendekatan terburu-buru. Semakin besar anggaran yang digunakan, semakin tinggi pula standar kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas yang harus diterapkan,” ujar sejumlah pemerhati kebijakan publik.

Terkuaknya dugaan korupsi dalam Program MBG kini memunculkan tuntutan publik agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola anggaran negara. Masyarakat menilai bahwa kerugian yang muncul bukan hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap program-program yang dibiayai dari pajak rakyat.

Selain mendukung proses hukum yang sedang berjalan, berbagai elemen masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau pola kerja sistematis yang memungkinkan dugaan penyimpangan tersebut terjadi.

Publik berharap pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada penindakan individu semata, melainkan menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan, perencanaan, dan penggunaan anggaran negara agar kejadian serupa tidak kembali terulang dalam program-program strategis pemerintah di masa mendatang.

– NIKO –